Tentu Anda pernah berkendara lewat hutan di pagi hari  saat matahari  mulai terbit di ufuk timur. Jika kita perhatikan dengan seksama di keheningan pagi hari saat itu, suara riuhnya burung-burung berkicau  segera terdengar. Demikian pula gemericiknya air bening di bebatuan atau gemuruhnya air terjun yang jatuh di kawasan hutan lindung akan menimbulkan sensasi pendengaran yang meneduhkan jiwa.

Bunyi angin  bertiup saat menggerakan ranting pohon hutan ditengarai sebagai musik alam yang selalu terjadi berulang-ulang setiap saat. Dengan kemajuan teknologi efek bunyi musik alam tadi bisa dimanfaatkan memulihkan kesehatan jiwa dan raga.  Seorang pemusik bisa mencampur suara yang direkam dari alam, misalnya gemuruhnya suara air terjun, kicauan burung atau desiran angin lembut dengan musik berirama lembut hasil olahannya sendiri, menjadi satu kesatuan musik utuh untuk tujuan penyembuhan.

Sudah dua tahun ini, RSUD Dr. Soetomo, Surabaya telah mempraktekkan  terapi musik sebagai salah satu cara mempercepat proses penyembuhan penyakit pasien. Bersama musikus Mr. D atau Doddy Hernanto, Departemen Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD Dr. Soetomo sedang mengembangkan penggunaan musik dipadukan dengan rekaman suara satwa liar di hutan. Suara alam di hutan, misalnya kicauan burung paling umum digunakan dalam terapi musik.

Musik yang menyembuhkan sebagaimana dilansir ragam tips, mempunyai gelombang suara alfa dengan frekuensi 8 – 12 Hz dan teta di kisaran 4 – 8 Hz. Gelombang alfa terjadi ketika seseorang mengalami relaksasi atau mulai istirahat. Demikian pula saat kita akan tidur, manusia menghasilkan gelombang alfa dimana frekuensi ini sebagai jembatan penghubung pikiran sadar dan bawah sadar.

Suara kicau burung di pagi hari membangkitkan semangat kita untuk menyambut hari yang baru. Musik alam diciptakan oleh yang Maha Kuasa untuk melengkapi kehidupan umat manusia, sehingga hidup akan terasa lebih indah. Alam juga dapat memberikan inspirasi serta membangkitkan imajinasi kita semua.

Suara kicau burung hutan di pagi hari membangkitkan semangat untuk menyambut hari yang baru. Desiran angin gunung yang bertiup ke lembah, sebagai musik alam diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa untuk melengkapi keindahan pagi hari, membuat hidup akan terasa lebih indah. Alam juga dapat memberikan inspirasi serta membangkitkan imajinasi kita semua.

Saat   di ambang tidur perpindahan  mata mulai mengantuk berat hingga jatuh tertidur dengan tidak ingat apa-apa lagi di sekelilingnya, gelombang teta pada otak manusia mulai bekerja. Gelombang teta juga bekerja saat orang hening bermeditasi atau sedang  khusuk berdoa. Gelombang otak di kisaran teta ini menyebabkan orang bisa lebih terbuka dan bebas berimajinasi.

Orang mengatakan, gelombang teta pada otak manusia  kerap disebut gelombang ajaib karena berhubungan dengan kekuatan psikologis.  Karena itu kembali ke masalah musik untuk penyembuhan, ” Musik dengan suara alam bisa membangkitkan imajinasi pasien sehingga secara psikologis pasien merasa nyaman, ” terang Wiwik Indrayani, dokter Poliklinik Paliatid dan Bebas Nyeri RSUD Dr. Soetomo, Jumat ( 13/9 ).

Lingkungan berkontribusi positif terhadap penyembuhan bila manusia mampu mengemasnya, terang Wiwik. Musik yang berkhasiat sebagai penyembuh akan menguatkan sistem kekebalan tubuh, membantu mengatur pernapasan, menurunkan tekanan darah, serta mengurangi nyeri dan stres. Musik juga membantu merawat keselarasan  hubungan kita dengan alam.