Urusan perut lapar dikaitkan dengan kelezatan masakan yang diolah koki profesional tampaknya ada kaitan erat sehingga orang lain juga ingin merasakan lezatnya masakan sang koki tersebut. Selain juru masak profesional ada pula juru masak amatir yang pandai mengolah bahan makanan menjadi masakan lezat. Karena itu tidak ada bedanya antara koki profesional dengan amatir, toh dua-duanya adalah orang yang pandai memuaskan lidah manusia dalam hal menyantap masakan  hasil olahannya.

Tampaknya kepandaian memasak seorang koki yang bisa memuaskan selera pelanggan masakan sebuah rumah makan, bisa dijadikan ide bisnis yang menguntungkan. Karena itu untuk meraih gelar master di bidang entrepreneurship, Michalis Gkontas membuat rencana bisnis. Dibentuklah Cookisto, sebuah komunitas online yang mempertemukan juru masak amatir dan orang urban yang kelaparan.

Dalam waktu beberapa bulan situs ini telah menarik 12.000 juru masak di Athena, ibu kota Yunani. Salah seorang pengunjung situs bernama Marilena Zachou, adalah ibu rumah tangga. Peminat Cookisto setiap hari memasak bukan hanya untuk keluarganya, tetapi juga untuk orang lain dengan bayaran lebih rendah.

Hasil masakan lalu diunggah ke internet dengan menampilkan gambar makanan yang mengundang selera sehingga orang-orang yang melihat gambar itu tertarik untuk memesan makanan. Karena banyak peminat, tengah hari semua masakan sudah habis terjual. Masakan untuk makan malam pun tersedia dimana sudah ada lima orang di distrik Marousi yang bukan keluarganya menikmati masakannya.

Michalis Gkontas of Cookisto, a startup company presenting work at Opencoffee Thessaloniki XXV.

 Michalis Gkontas pendiri Cookisto, sedang memberikan presentasi cara kerja bisnis on line di kedai kopi Thessaloniki XXV.

 Cookisto’s co-founders Michalis Gkontas and Petros Pitsilis, photo by Thomas Gravanis     Cookisto’s co-founders Michalis Gkontas and Petros Pitsilis, photo by Thomas Gravanis


 Pendiri komunitas on line Cookisto, Michalis Gkontas ( kiri ) dan rekannya, Petros Pitsilis sedang berbincang mengenai banyaknya animo juru masak di Athena untuk bergabung dalam komunitas Cookisto. Photo by Thomas Gravanis.

Kesibukan Marilena Zachou dalam menyiapkan masakan semakin padat dan dia mencatat semua pesanan untuk diantar ke pelanggan di seluruh bagian kota Athena. Karyawan, mahasiswa, dan orangtua yang sibuk dan tidak sempat memasak, terhubung dengan juru masak lokal. Mereka puas atas pelayanan masakan yang enak, sehat dan murah.

Marilena Zachou berkata, saya tidak bisa menghitung porsi yang tepat untuk keluarga saya. Ia memasak lebih dan senang tidak ada masakan yang terbuang sia-sia. Masakan para anggota Cookisto itu dinilai setiap hari oleh para pelanggan.

Gkontas mahasiswa pencetus ide ini mengatakan, semua pihak diuntungkan. Sekalipun Yunani sedang dilanda krisis finansial dan sering terjadi demonstrasi, untuk urusan makan tidak ada yang dirugikan. Selama orang Yunani masih doyan makan, koki pun dengan setia akan terus memasak, apa pun menunya.

BBC.