Selama puluhan tahun, lebih dari 124 peneliti dari 35 negara berusaha menciptakan jamur dan bakteri untuk membasmi rayap secara ramah lingkungan. Namun, usaha itu gagal karena rayap mampu membangun mekanisme pertahanan diri. Demikian hasil penelitian rayap jenis Formosan Subterranean ( Captotermes Formosanus ).

Kerugian  yang ditimbulkan rayap mencapai 40 miliar dollar AS di seluruh dunia. Peneliti menganalisis bakteri dari material yang dikumpulkan dari lima koloni rayap di Florida. Hasilnya menunjukkan, 70 persen bakteri secara aktif memerangi sejumlah besar jamur dan bakteri lain.

Rumah rayap, warga Merauke menyebut dengan bomi banyak terdapat di sisi jalan di Taman Nasional Wasur, Papua, Kamis (7/4/2011). | KOMPAS/EDDY HASBY

Rumah rayap, warga Merauke menyebut dengan bomi banyak terdapat di sisi jalan di Taman Nasional Wasur, Papua, Kamis (7/4/2011). | KOMPAS/EDDY HASBY

” Dengan memanipulasi lingkungan menggunakan feses, rayap mengembangkan pertumbuhan mikroba yang bermanfaat, ” kata peneliti Thomas Chouvenc, ahli serangga dari University of Florida, AS kepada Live Science, Selasa ( 17/9 ).

Live Science / ICH.

Iklan