Setiap orang mempunyai hobi dan minat yang tidak selalu sama pada diri seseorang. Ada yang mempunyai hobi mengumpulkan perangko lama dan baru lalu mengoleksinya dalam sebuah album cantik. Ada pula yang mempunyai hobi mengotak-atik mesin motor lalu memperbaikinya jika kinerja mesin itu rusak. Pendek kata hobi yang mendatangkan manfaat perlu diteruskan oleh si pemilik hobi itu agar bisa ditularkan kepada orang lain yang sekiranya mempunyai kesamaan hobi.

Dengan kata lain, hobi jika ditularkan untuk kebaikan sesama perlu didukung asalkan hobi itu mendatangkan manfaat. Sebaliknya jika hobi itu merugikan orang lain bahkan berurusan dengan pihak  berwajib, maka konsukuensi dari si pemilik hobi itu akan berurusan dengan hukum yang berlaku di negara itu. Nasihat orang tua yang masih terngiang di telinga adalah, silahkan punya hobi satu saja yang ditekuni asalkan jangan merugikan kepentingan umum.

Lalu apa itu hobi yang sekiranya merugikan kepentingan umum? Banyak jawaban yang bisa diberikan. satunya adalah jika seseorang berminat mengoleksi sebuah benda, kali ini bukan perangko bekas atau baru, akan tetapi mengoleksi mobil dari berbagai merek tetapi diperoleh dengan cara mencuri. Karena mengoleksi mobil dengan cara mencuri di mana-mana, maka  Naoki Murata asal Osaka Jepang ( 36  ) ditangkap polisi Jepang.

Ia mengoleksi mobil dengan cara mencuri dan ia masih belum puas dengan aksinya itu. Kemudian Naoki Murata melanjutkan hobinya mencuri dengan mengambil papan tanda jurusan dan jalur bus di Kantor Hankyu Bus di Osaka, Maret lalu. Dua papan penunjuk arah dan jalur bus itu bernilai 6.062 dollar AS atau senilai Rp 66 juta.

Bebagai papan penunjuk arah bus yang berhasil ditemukan polisi di rumah Maoki Murata.

Barang bukti berupa papan penunjuk arah bus, berhasil ditemukan polisi di rumah Naoki Murata.

Seperti dikutip koran Mainichi Shimbun, polisi Yudogawa mengatakan, mereka menemukan lebih dari 1000 benda koleksi  yang ada hubungannya dengan bus di rumah Murata di Hirakata. Benda koleksi itu dicuri dari sejumlah perusahaan bus. Koleksi curian itu termasuk papan penunjuk arah dan tombol di dalam bus jika penumpang ingin berhenti.

Murata mengatakan kepada polisi tanpa ada beban sama sekali, bahwa ia sangat menggemari bus dan sudah menjalankan aksinya mencuri  berbagai benda terkait bus sejak masih remaja. Jejak Murata diketahui polisi setelah dia menawarkan papan penunjuk arah yang tidak dia perlukan lagi, lewat situs lelang online.  Murata mengaku, cita-citanya ingin mengumpulkan semua papan penunjuk dan jalur bus dari semua rute bus lokal di Jepang.

UPI/WAS/KYODO.