Jepang terkenal akan industri otomotif selain industri kecantikan yang sudah mendunia penggunanya. Salah satu cara merawat kesehatan ala Jepang kini hadir lagi setelah perawatan kecantikan dengan menggunakan lendir bekicot beberapa waktu lalu. Memang Jepang kaya akan inovasi selain terampil menciptakan produk otomotif juga terampil melakukan inovasi kecantikan wanita.

Salah satunya yang  terbaru adalah metode unik penuh selidik yaitu, metode merawat kulit wajah dengan kotoran burung bulbul. Metode ini diklaim lebih tua dari metode merawat kecantikan wajah dengan lendir bekicot. Konon menurut sahibul hikayat ala Jepang, enzim dalam feses burung bulbul ini membantu mengangkat lapisan kulit mati.

Kotoran burung bulbul sudah digunakan geisha untuk facial sejak Periode Heian (794-1185 Masehi). Para geisha menggunakan ramuan tersebut untuk memutihkan kulit, menghapus riasan mereka yang tebal, serta memperbaiki kondisi kulit.

Kotoran burung bulbul sudah digunakan geisha untuk facial sejak Periode Heian (794-1185 Masehi). Para geisha menggunakan ramuan tersebut untuk memutihkan kulit, menghapus riasan mereka yang tebal, serta memperbaiki kondisi kulit.

Metode ini bahkan sudah diekspor ke AS layaknya Jepang mengekspor industri otomotifnya. Begitu pentingnya merawat kecantikan wajah wanita pada umumnya, maka salon Shizuka New York di dekat Fifth Avenue, New York City, misalnya, menawarkan paket perawatan kotoran burung itu dengan harga yang dibandrol cukup mahal sebesar 180 dollar AS ( Rp 1,85 juta ).

Miturut Shizuka Bernstein, pemilik salon itu, sekitar 100 pelanggan datang setiap bulan untuk mendapatkan perawatan itu. Ia menambahkan, kotoran burung bulbul diimpor langsung dari Asia karena burung-burung di Asia masih memakan biji-bijian murni. ” Kami tidak memakai kotoran burung dari Central Park karena burung-burung di sana makannya sampah, ” kata Bernstein menyebut nama taman paling terkenal di New York itu.

AP/DHF.