Kehidupan dalam arus modernisasi sering diliputi stres yang tidak terkontrol. Pada dasarnya, stres bisa berpengaruh negatif maupun positif, tergangung orangnya yang kena stres. Kondisi psikis yang  serba tak enak itu, miturut riset kedokteran, memicu timbulnya berbagai penyakit berat.

Salah satu penyakit berat produk stres adalah, penyakit kardiovaskuler alias pembuluh darah dan jantung. Masih ada juga dampak stres terhadap munculnya penyakit selain kardiovaskuler, yaitu hipertensi, ginjal, tumor/kanker, diabetes, mag, depresi dan insomnia. Jika jenis penyakit modern itu tidak segera ditanggulangi alias dikendalikan, maka penderitanya akan dihantui perasaan tidak tenang dan selalu was-was memikirkan penyakitnya.

Agar pengendalian stres  tidak berdampak pada  penyakit kardiovaskuler sebaiknya melatih fisik dan mental dengan berpuasa. Mumpung puasa 1432 H saat ini sudah mau masuk fase 10 hari terakhir dimana Allah akan memberikan pengampunan bagi Hamba-NYA yang memomoh ampun termasuk juga memohon terlepas dari penyakit, tidak ada salahnya mengelola stres dengan terus berpuasa hingga tamat di akhir Ramadhan nanti. Karena itulah anjuran berpuasa bagi orang beriman selalu dianjurkan, salah satunya mengobati penyakit fisik dan rohani.

Sebenarnya kalau saja stres itu kita kendalikan dengan baik lewat puasa secara reguler, minimal bisa membangkitkan energi mental agar orang tetap semangat. Selain itu muncul rasa  percaya diri dan optimis sehingga bersikap pantang mundur serta selalu terpacu untuk mencapai prestasi atau kesuksesan yang diridhai Tuhan. Dengan kata lain, stres yang terkendali justru merupakan daya pendorong, tenaga konstruktif dibalik kreativitas dalam segala bidang.

sms-ucapan-puasa-ramadhan-1431-h

Perubahan jadwal makan dan minum selama berpuasa tak luput dari stres. Sebab orang berpuasa harus menahan lapar dan dahaga seharian. Untungnya, menurut hasil riset kesehatan, stres saat puasa hanya memiliki nilai stres 15. Angka ini ternyata jauh di bawah nila stres 29 akibat perubahan tanggung jawab dalam pekerjaan.

sedangkan nilai stres 53 akibat sakit dan kecelakaan.  Kabar gembiranya lagi, sesudah orang berpuasa masuk minggu kedua, umumnya stres kian terkendali, lantaran fisk maupun mentalnya sudah bisa beradaptasi secara mantap. Apalagi saat sekarang sudah menjelang masuk fase ketiga sebagai fase penentu finis puasa, tingkat stres diri seseorang bisa dikendalikan dengan baik.

Selamat berpuasa dan tetap sehat bugar untuk semua sahabat.

Sumber : Mutiara Ramadhan/Intisari.