Bagi Anda atau saya pribadi yang barangkali karena sesuatu hal tidak banyak waktu luang untuk main game di internet dan takut jangan-jangan ketularan diabetes jika banyak duduk di depan komputer, tidak usah khawatir. Pasalnya ada ada angin surga dari tim peneliti Inggris bahwa kebiasaan banyak duduk yang dilakukan para pekerja saat ini, bisa dikurangi waktunya sebanyak 90 menit per hari.  Misalnya di saat sudah lama duduk bekerja, ada baiknya rehat sejenak dengan meninggalkan meja kerja, lalu berdiri mengobrol dengan rekan kerja untuk beberapa saat.

Kebiasaan jeda sejenak di tengah aktifitas duduk yang cukup lama, jika dibiasakan untuk langsung berdiri lalu berjalan, dapat mencegah terjadinya penyakit diabetes tipe 2. Peneliti Inggris menemukan bahwa faktor risiko diabetes tipe 2 seperti kadar gula darah dan kolesterol akan membaik pada orang-orang yang diminta mengurangi waktu duduknya. Kebalikannya dengan orang-orang yang terus bekerja duduk berjam-jam lamanya tanpa jeda sedikit untuk berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan, akan mudah terkena penyakit diabetes tipe 2.

Bahkan responden yang dijadikan objek penelitian untuk mau rehat sejenak, perlu didorong untuk mau melakukan sejumlah latihan fisik. Hasil penelitian  yang dilakukan Diabetes Research Unit, Leicester University ini mengamati sejumlah pasien berusia antara awal 30 – an dan akhir 60 – an yang berisiko tinggi terkena diabetes. Peneliti secara rinci mengamati sejauh mana waktu yang dihabiskan di tempat duduk, jeda dari duduk, latihan fisik dengan intensitas tinggi dan aktivitas fisik total.

Di tengah kesibukan menyelesaikan pekerjaan dengan banyak duduk di depan komputer, jangan lupa untuk rehat sejenak dengan berdiri, berjalan sebagai langkah rileksasi.

Di tengah kesibukan menyelesaikan pekerjaan dengan banyak duduk di depan komputer, jangan lupa untuk rehat sejenak dengan berdiri, berjalan sebagai langkah mengendurkan saraf yang tegang karena banyak duduk.

Peneliti menemukan partisipan yang menghabiskan waktu lebih lama dengan duduk memiliki sejumlah faktor risiko yang lebih besar untuk terkena diabetes, berapa pun usianya. Bahkan aktivitas duduk sebagaimana dilansir Ragam O, memiliki skor negatif yang lebih besar ketimbang manfaat dari latihan fisik berintensitas tinggi.  ” Untuk itu kami menyarankan agar mengurangi waktu duduk selama 90 menit sehari, sekaligus melakukan latihan fisik alias olahraga dengan intensitas sedang dan tinggi sedikitnya 150 menit per pekan, ” kata ketua peneliti Joseph Henson  seperti dikutip dari Daily Mail, Senin ( 4/3 ).

Saran positif ini dimaksudkan sebagai landasan program pencegahan diabetes karena tampaknya akan lebih efektif jika individu didorong untuk mengurangi waktu duduk dan banyak bergerak, daripada disuruh olah raga atau nge-gym. Sebuah studi di Amerika Serikat juga mengemukakan terlalu banyak duduk, terutama lebih dari empat jam sehari, di samping aktivitas fisik yang tidak memadai, bisa jadi memunculkan sejumlah penyakit berbahaya seperti diabetes dan penyakit jantung. Untuk itulah, sebaiknya duduk berlama-lama harus juga diimbangi dengan banyak aktivitas fisik harian yang tidak boleh dilupakan, yaitu olah raga untuk satu tujuan, ingin bugar dan sehat.

Sumber : Ragam O, Rabu ( 6/3 ).

Iklan