Pagi tadi saat saya, sehat dengan kundalini reiki melakukan olahraga jalan kaki, tidak sengaja melewati rute baru dimana ada pedagang buah-buahan sedang menggelar dagangannya. Ketika mata melihat kumpulan buah manggis di dalam tampah dengan kulit coklat kehitaman sebagai warna khas nya, terdapat kulit manggis yang tidak dibuang oleh penjualnya. Rasa ingin tahu menyergap pikiran saya, kenapa kulit manggis yang masih segar tidak dibuang?

Ternyata kumpulan kulit manggis itu ada yang membutuhkannya untuk sesuatu keperluan. Rasa ingin tahu semakin membuncah karena baru sekarang ini saya mengamati, kebanyakan kulit manggis langsung dibuang ke tong sampah begitu buah manggis putih dimakan. Penjual buah manggis mengatakan, bahwa kulit manggis itu diolah untuk dijadikan obat menjaga kadar gula darah tetap normal.

Tak banyak waktu bertanya, begitu sampai rumah saya buka file lama tentang beberapa macam buah yang berkhasiat untuk penyembuhan penyakit, salah satunya atasi diabetes dengan kulit manggis. Kenapa diabetes menjadi topik di hari libur ini? Sebab, diabetes melitus alias DM bisa sudah sering dibahas dalam berbagai media menjadi pengetahuan berguna bagi penderitanya untuk terus mengupayakan penyembuhan diabetesnya.

Siapa yang tak kenal buah manggis yang enak dan segar, namun anda pasti tidak terpikir kalau manggis tidak hanya memiliki buahnya saja yang segar, siapa sangka kalau kulit manggis juga kaya akan khasiatnya. Manggis merupakan salah satu buah eksotik daerah tropis, buah manggis mendapat julukan “queen of fruits”.

Buah manggis  enak dan segar, namun anda pasti tidak terpikir kalau manggis tidak hanya memiliki buahnya saja yang segar. Ternyata,  kulit manggis juga kaya akan khasiatnya.

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) tahun 2000 mencatat, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 8,4 juta orang. Diperkirakan, penderita akan bertambah menjadi 21,3 juta orang pada 2030 mendatang. Tentu saja keprihatinan ini semakin menjadi sorotan ketika WHO memosisikan Indonesia sebagai peringkat keempat negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak setelah India, China dan Amerika Serikat (Kompas, 2 Januari 12).

Tentu saja penanganan penyakit diabetes oleh penderitanya telah diupayakan agar segera sembuh dari diabetes. Salah satu penanganan diabetes adalah memanfaatkan tumbuhan sebagai obat alternatif, salah satunya adalah kulit manggis. Berbagai penelitian menunjukkan senyawa xanthone yang terdapat di dalam kulit manggis memiliki sifat sebagai antidiabetes, antikanker, antiperadangan, meningkatkan kekebalan tubuh, antibakteri, antifungi dan mengandung pewarna alami.

Manggis merupakan salah satu buah eksotik daerah tropis, buah manggis mendapat julukan “ queen of fruits ”.

Manggis merupakan salah satu buah eksotik daerah tropis. Buah manggis mendapat julukan “ queen of fruits ”.

Xanthone yang terkandung dalam kulit manggis sebagaimana ditulis dalam obat tradisional fitur klasika, telah dibuktikan peneliti di Jepang. Senyawa ini terbukti dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus percobaan dengan kasus DM tipe 2. Penurunan glukosa darah terjadi karena xanthone merupakan senyawa flavonoide yang banyak mengandung antioksidan.

Selain membantu menurunkan kadar gula darah, senyawa ini dapat membantu menetralkan radikal bebas, mencegah kerusakan sel beta pankreas dan mengatasi kelelahan yang diakibatkan ketidakseimbangan kadar gula darah. Bagian kulit manggis telah terbukti dapat digunakan sebagai hypoglycemic  alias anti effect, helps lower blood sugar secara empiris. Oleh karena itu, kita sebaiknya tidak menyepelekan buah manggis yang sarat khasiat atasi diabetes, mengingat Indonesia merupakan negara tropis yang mempunyai keanekaragaman hayati melimpah, termasuk produksi buah manggis yang sangat melimpah  dimana setelah buahnya dimakan, kulitnya masih ada yang mencarinya.

Sumber : Fitur Klasika Jawa Tengah dan DIY ( 4/3 ) – Obat Tradisional.