MULTIPATOLOGI

Selama berpuluh tahun para peneliti dan dokter dihadapkan pada misteri tidak semua orang yang kegemukan atau resisten terhadap insulin mengidap diabetes tipe 2. Bahkan, cukup banyak orang yang gemuk tak terserang penyakit ini. Para ilmuwan lalu berteori bahwa ada suatu faktor yang tidak dikenal yang terlihat dalam metabolisme glukosa dalam hati, dan mungkin kehadiran atau absennya elemen ini, dapat menentukan siapa yang terkena diabetes tipe 2.

Dalam jurnal Cell Metabolism edisi 7 Mei 2013, para peneliti HSPH mengungkapkan, dunia ilmiah sudah lama mengetahui bahwa salah satu peristiwa kunci bagi berkembangnya diabetes tipe 2 adalah produksi glukosa yang tak terkendali dari hati. ” Namun, mekanisme yang mendasarinya tetap masih sukar dipahami, ” kata Gokhan S Hotamisligil, Kepala Genetika Departemen Genetika dan Penyakit-penyakit Kompleks dan JS Simmons, profesor genetika dan metabolisme di HSPH. ” Kami sekarang berhasil mengidentifikasi aP2 sebagai suatu hormon baru yang dikeluarkan dari sel-sel lemak yang mengontrol fungsi kritis ini.”

Lewat percobaan dengan mencit di laboratorium memakai teknologi mutakhir ditemukan bahwa jika jumlah aP2 berlebih, timbullah diabetes. Sebaliknya, jika hormon ini diblog atau di switch-off,  produksi glukosa dari hati dapat dikontrol lebih baik sehingga manifestasinya berupa diabetes tipe 2 dan penyakit-penyakit metabolik lainnya pun dapat dicegah.  Kemampuan sebuah organ dalam hal ini jaringan lemak, begitu langsung dan menentukan dalam mengendalikan tindakan organ lain, yaitu hati, amat menarik, kata Hotamisligil.

Salah satu penyebab utama yang mengganggu kerja insulin tersebut yaitu kegemukan. • Bagi Anda yang didiagnosa terkena diabetes tipe 2, menurunkan berat badan dapat menjadi solusi.Pengaturan pola makan dan aktivitas fisik pun terbukti efektif dalam mencegah komplikasi diabetes.

Salah satu penyebab utama yang mengganggu kerja insulin tersebut yaitu kegemukan.  Bagi Anda yang didiagnosa terkena diabetes tipe 2, menurunkan berat badan dapat menjadi solusi. Pengaturan pola makan dan aktivitas fisik pun terbukti efektif dalam mencegah komplikasi diabetes.

” Kami menduga sistem  komunikasi antara jaringan lemak dan hati telah berevolusi untuk membantu sel-sel lemak memberi komando kepada hati untuk menyuplai tubuh dengan glukosa pada saat terjadinya kekurangan nutrien. Betapa pun, ketika sel-sel lemak yang membesar kehilangan kendali terhadap sinyal ini karena kondisi obesitas, tingkat aP2 dalam darah naik, glukosa diguyurkan ke dalam aliran darah dan tidak dapat dibersihkan oleh jaringan-jaringan lain. Hasilnya adalah tingginya kadar glukosa darah dan diabetes tipe 2.

Guru besar FK-UI yang mendalami diabetes, Sidartawan Soegondo, menyatakan, temuan para ilmuwan Harvard ini merupakan sumbangan berarti bagi perkembangan ilmu kedokteran. ” Akhir-akhir ini saya mengajarkan bahwa diabetes tipe 2 adalah penyakit dengan multipatologi, ” ujarnya ketika dihubungi pada Selasa  ( 21/5 ). Kini, selain organ pankreas, diabetes tipe 2 diketahui pula dipicu juga oleh metabolisme sembilan organ lain, antara lain hati dan ginjal.

Sumber : Laporan Iptek Kompas ( 22/5 ) oleh Irwan Julianto.