Talk show pada sebuah radio swasta di Jakarta Rabu ( 22/5 )  menyiarkan masalah prostat yang ada pada diri setiap pria. Dikatakan pria yang sudah masuk usia kepala empat sering diingatkan untuk waspada dengan kesehatan prostatnya. Prostat bermasalah gejalanya sering ditandai dengan keluarnya urine yang tidak lancar, kandung kemih yang terasa penuh selepas buang air kecil atau harus mengejan saat buang air kecil.

Prostat adalah kelenjar kecil sebesar buah kenari yang membungkus bagian atas uretra, yaitu saluran pembuangan yang berasal dari kandung kemih. Organ ini berfungsi mengeluarkan campuran cairan dan enzim yang diperlukan sperma agar tetap sehat. Dengan bertambahnya usia, prostat mudah terserang penyakit dan terkena infeksi.

Risiko pembesaran prostat sering disebut sebagai benign prostatic hyperplasia ( BPH ). Resiko itu meningkat sekitar empat persen selama setahun, setelah pria berusia 55 tahun. Menurut laporan yang dirilis Mayo Clinic AS, pada usia 60 tahun, setengah dari pria akan mengalami BPH. Bahkan angka itu melonjak hingga 95 persen pada usia 85 tahun.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa ada beberapa faktor gaya hidup yang dapat diusahakan untuk menjaga kesehatan prostatnya. Aktivitas fisik tingkat tinggi dan tidak adanya belly fat dapat menekan risiko gangguan prostat. Melakukan diet rendah lemak dan mengonsumsi lima atau lebih porsi sayuran sehari juga dapat menjaga kondisi prostat.

Organ reproduksi cowok terdiri dari saluran sperma, kantong kemih, kelenjar prostat, penis, uretra, kantung testis.

Organ reproduksi pria terdiri dari saluran sperma, kantong kemih, kelenjar prostat, penis, uretra, kantung testis.

Beberapa jenis makanan juga didapati mengandung nutrisi yang dapat merawat prostat agar tetap sehat. Sayuran yang mengandung banyak vitamin C, misalnya sering disebut-sebut sebagai penekan risiko BPH. Sayuran kaya vitamin C antara lain tomat, kembang kol, paprika, brokoli, kubis brussel, kale dan jus sayuran.

Makanan yang mengandung banyak zinc juga dianggap bermanfaat bagi kesehatan prostat, semisal kepiting, kerang, kacang panggang, daging bebek, daging domba dan daging sapi. Sejumlah penelitian mengungkapkan, meningkatnya risiko BPH pada pria secara signifikan lebih terlihat pada pria yang mengonsumsi daging merah setiap hari dibanding pria yang hanya makan sekali seminggu.

Uniknya, penelitian lain menyebutkan bahwa penurunan risiko BPH juga terjadi pada pria dengan asupan protein total yang tinggi. Intinya, untuk menjaga agar prostat tetap sehat, para pria harus rajin olahraga secara rutin. Usahakan menghindari obesitas, menyantap sayuran dan menjaga asupan lemak rendah. Khusus pria dewasa mulai sekarang ini Anda harus rajin mengecek organ prostat.

Sumber : Kesehatan – Diet ( */TYS ).