Anda pernah main umbul gambar?  Biasanya gambar umbul ada gambar serial wayang, dunia binatang bahkan pahlawan di jaman Romawi kuno. Gambar umbul sering dimainkan anak-anak dengan cara masing-masing anak yang memberikan selembar gambar kepada pemimpin group. Gambar yang sudah terkumpul lalu dikocok, dijadikan satu lalu dilemparkan ke udara.

Gambar-gambar itu melayang-layang akhirnya jatuh ke tanah. Ada gambar yang tengkurep adapula gambar yang mlumah dalam arti gambarnya bisa dilihat. Disebut gambar tengkurep karena saat jatuh gambarnya tidak terlihat kecuali sisi gambar yang tidak ada lukisannya. Dalam permainan umbul gambar ini, pemain dinyatakan menang jika gambar yang dimiliki posisinya mlumah dan terlihat gambarnya.

Corak lukisan gambar umbul pernah saya  mainkan ketika masih sekolah dasar dulu, dimana gambar umbul itu menceritakan kisah kepahlawanan  Samson dengan rambut panjangnya yang dianggap punya kekuatan. Dengan rambut panjangnya itu pula Samson bisa mengalahkan musuh-musuhnya. Sayang kekuatan Samson ini hilang seketika saat rambut panjangnya dipotong dan matanya dibuat buta.

Sailendra Nath Roy dengan rambut panjangnya dan kumis tebal dan panjang.

Sailendra Nath Roy dengan rambut panjangnya dan kumis tebal.

Tampaknya kisah Samson dalam cerita di jaman Romawi kuno dulu telah menginspirasi seorang Sailendra Nath Roy di jaman modern ini. Dengan rambut panjangnya, Sailendra Nath Roy menguncir rambutnya lalu menarik bus dengan bobot 10 ton. Dia juga mampu mencabut pohon , bahkan anggota polisi India itu mampu mengangkat benda seberat 20 kilogram dengan kumis tebalnya.

Tanggal 1 Maret 2013 lalu Sailendra mencatatkan namanya dalam Guinness Book of World Record. Permainan mendebarkan penuh bahaya ini Sailendra tontonkan ke masyarakat India dengan cara menyusuri kawat yang terbentang sejauh 82,5 meter di Rajasthan India. Permainan ini sungguh mendebarkan karena Sailendra menyusuri bentangan kawat itu dengan kuncir rambutnya.

Kali ini aksi itu ingin dia ulang dengan menyeberangi Sungai Teesta dimana sudah disiapkan bentangan kawat baja sepanjang 183 meter dengan ketinggian 21,3 meter di atas permukaan air sungai. Anggota polisi India ini ingin memahkan rekor atas namanya sendiri dengan lokasi berbeda, yaitu di negara bagian Benggala  Barat. Permainan ini ternyata tidak sukses, malang tak bisa Sailendra tolak.

Aksi mendebarkan Sailendra dengan menyeberangi sungai memakai kuncir yang digantungkan di kawat baja.

Aksi mendebarkan Sailendra dengan menyeberangi sungai Teesta dimana rambut panjangnya menggantung  di kawat baja.

Perlahan-lahan Sailendra maju beringsut dengan mengandalkan kekuatan rambut panjangnya yang tergantung pada kawat baja yang melintang di atas Sungai Teesta.

Perlahan-lahan Sailendra maju beringsut dengan mengandalkan kekuatan rambut panjangnya yang tergantung pada kawat baja yang melintang di atas Sungai Teesta.

Aksinya ini cukup tragis dengan kematian Sailendra saat tengah melakukan aksinya itu. Skenario dirancang rapi dimana Sailendra akan menyeberang dari Jembatan Coronation yang membentang di atas Sungai Teesta. Rambut panjangnya menggantung di kawat yang membentang sepanjang 183 meter.

Setelah menempuh jarak sejauh 90 meter, Sailendra terlihat kelelahan dan diam di tempat. Saksi mata di tempat kejadian mengatakan, Sailendra terjebak di atas sungai itu dan berusaha untuk  maju. Sailendra juga meneriakkan perintah tetapi penonton tidak ada yang mengerti arti teriakan Sailendra.

Kejadian ini membuat Balai Sutradhar, fotografer yang mengabadikan aksi ini tercengang. Pasalnya setelah berjuang 30 menit untuk maju, Sailendra diam di tempat. BBC melaporkan ( 29/4/2013 ),  polisi  yang menangai kasus ini mengatakan Sailendra sempat tergantung hampir 45 menit sebelum diturunkan.

Aksi Sailendra semakin mendebarkan saat dirinya mulai bergerak melayang di atas Sungai Teesta.

Aksi Sailendra semakin mendebarkan saat dirinya mulai bergerak melayang di atas Sungai Teesta.

Sailendra Noth Roy membuat penonton berdecak kagum, namun aksi ini harus ditebus dengan pengorganan jiwanya. Di tengah aksinya, dia terdiam di atas sungai.

Sailendra Noth Roy membuat penonton berdecak kagum, namun aksi ini harus ditebus dengan pengorbanan jiwanya. Di tengah aksinya, dia terdiam di atas sungai.

Dokter di rumah sakit yang memeriksanya menyebut, pria 50 tahun itu mengalami serangan jantung. Saat melakukan aksinya, Sailendra mengenakan jaket pelampung tapi tidak ada dokter disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan.  Hari Minggu sebelum aksi dilakukan, Sailendra memasang kawat di jembatan dengan dibantu teman-temannya.

Sebenarnya istrinya sudah melarang Sailendra agar berhenti dari permainan akrobat ini. Namun Sailendra tetap meyakinkan bahwa kali ini adalah aksi yang terakhir. ” Yang menyedihkan memang firasat itu telah jadi kenyataan, permainan berbahaya Sailendra  hanya sampai di sini dan ini  benar sudah terjadi, ” kata teman Sailendra  tak mau menyebut nama. ( BBC ).