Jika anda sering berpergian menggunakan pesawat terbang, tentu akan bertemu pramugari yang cantik wajahnya lalu menyapa anda dengan ramah. Selama pernerbangan berlangsung saat sabuk pengaman sudah dilepas, anda boleh meninggalkan tempat duduk sementara untuk rehat sejenak sambil berjalan kaki di koridor kabin pesawat. Jika anda memerlukan sesuatu, pramugari akan membantu anda dengan pelayanan ekstra.

Pokoknya selama penerbangan tetap nyaman dengan kondisi cuaca di luar pesawat cukup cerah, Anda bagaikan raja sehari dalam penerbangan. Siap dilayani oleh pramugari yang terus mengumbar senyum dengan lipstik merah menempel di bibirnya. Ingin minum jus, pramugari akan tersenyum melirik Anda sambil menuangkan minuman jus ke gelas Anda.

Bibir merah merona milik pramugari sudah menjadi ikon maskapai penerbangan yang mengedepankan pelayanan serba cepat, berkualitas dan ramah kepada penumpang pesawat, baik yang sudah sering terbang dengan pesawat udara, ataupun penumpang pemula yang masih kikuk mengenakan sabuk pengaman. Jika anda cukup sulit mengenakan sabuk pengaman, pramugari akan mencontohkan bagaimana memasang sabuk pengaman ke ikat pinggang  Anda. Boleh dikata jika anda senang memandang wajah cantik pramugari dengan senyumannya yang khas,  akan terlihat lipstiks merah di bibirnya.

Namun jika saat ini Anda terbang bersama maskapai penerbangan Turkish Airlines, boleh jadi akan kecewa jika melihat tampilan wajah pramugari yang sudah berubah. Pasalnya, maskapai  penerbangan Turki mengeluarkan aturan baru. Saat ini perusahaan penerbangan itu melarang pramugarinya mengenakan lipstik berwarna merah dan menggunakan cat kuku saat melayani penumpang dalam perjalanan terbang.

Miturut Turkish Airlines, larangan itu bertujuan membawa para awak kabin terlihat natural dengan dandanan baru berwarna pastel. Penampilan yang natural dinilai akan meningkatkan komunikasi dengan penumpang. Karena  seragam pramugari yang semula merah atau pink gelap, penggunaan lipstik dan cat kuku warna merah, membuat penampilan awak kabin tidak selaras lagi.

Dilarang berbibir merah, pramugari Turki protes.

Dilarang berbibir merah, pramugari Turki protes.

Untuk itulah perlu ada perubahan penampilan awak kabin khususnya pramugari, untuk tidak  memoles bibir manisnya dengan lipstik warna merah dan menggantinya dengan warna pastel. Sejauh ini belum ada pernyataan dari pramugari tentang larangan itu. Seorang penumpang pesawat, Ahmet Yerti berusia 33 tahun, mengatakan aturan baru itu absurd.

” Selama ini saya belum pernah mendengar pesawat terbang jatuh karena lipstik pramugari, ” katanya kepada UPI. Banyak pihak yang tak setuju dengan kebijakan ini, termasuk para pramugari Turkish Airlines sendiri. Alhasil, mereka berfoto di dalam pesawat tetap mengenakan lipstik merah.

Foto-foto tersebut lalu diunggah ke jejaring sosial. Itulah bentuk protes para pramugari terhadap larangan tersebut. Beruntung, larangan tersebut akhirnya ditiadakan.

Dilansir dari News Australia, Jumat (10/5/2013), Chief Executive Turkish Airlines Dr Temel Kotil mengatakan tidak ada persetujuan untuk kebijakan tersebut. Katanya, kebijakan itu dikeluarkan oleh manajer yang tingkatannya lebih rendah. ( UPI ).