Perusahaan makanan cepat saji asal Amerika Serikat yang saat ini sudah membuka cabang di kota besar Indonesia,  digugat  warga Chicago berkaitan dengan keteledoran menjaga kebersihan restorannya. Untuk mudahnya kita sebut saja perusahaan makanan cepat saji itu Iwak Pitik Kremes di South Side Chicago . Pasalnya di area bermain restoran cepat saji yang menyatu dengan ruang makan, telah ditemukan kondom bekas oleh dua anak yang tengah bermain di areal itu.

Sang anak yang belum mengetahui apa fungsi kondom sebenarnya lantas memakannya. Barangkali kondom bekas itu dikira permen karet rasa stroberi atau rasa jeruk sehingga dengan mudahnya ditelan anak itu. Tentu saja orangtua anak itu kaget dan langsung mengadakan investigasi kejadian yang menimpa putranya.

Akhir dari penelusuran kejadian, wanita bernama Anishi Spencer memutuskan menggugat perusahaan makanan cepat saji Iwak Pitik Kremes,  terkait kondom bekas  yang dimakan anaknya. Saat itu kedua putra Anishi Spencer bernama Jonathan Hines dan Jacquel Hines tengah berada di areal bermain restoran 4 Februari 2013. Salah seorang putra Anishi Spencer bernama Jacquel ( 2 ) mendapatkan kondom bekas yang tercecer di lantai lalu memakannya bersama Jonathan.

Benar-benar ngilani, kondom bekas yang dimakan Jonathan dan Jacquel Hines.

” Benar-benar ngilani, ” ujar Anishi Spencer soal kondom bekas yang dimakan kedua putranya, Jonathan dan Jacquel Hines.

Pria ini tenang saja saat menerima pesanan makanan di restoran cepat saji saat jam makan siang. Dia tidak terpengaruh pemberitaan soal kondom bekas yang dimakan dua bocah pengunjung restoran cepat saji Iwak Pitik Kremes.

Pria ini tenang saja saat menerima pesanan makanan di restoran cepat saji saat jam makan siang. Dia tidak terpengaruh pemberitaan soal kondom bekas yang dimakan dua bocah pengunjung restoran cepat saji Iwak Pitik Kremes.

Kontan saja kondom bekas itu menyangkut di tenggorokan kedua anak itu.  Kedua bocah laki-laki itu kemudian terbatuk hingga potongan kondom bekas keluar dari rongga mulut mereka. Akibat kejadian tidak mengenakkan tersebut, kedua bocah itu segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Menurut Spencer, kedua buah hatinya itu mengalami rasa nyeri dan ketidaknyamanan terus menerus pada tenggorokannya. Kontan saja Spencer menuding restoran Iwak Pitik Kremes lalai dalam membersihkan sisa makanan khususnya bahan berbahaya dari area bermain anak-anak. Masalah kondom bekas kenapa bisa ada di area bermain anak tidak disebutkan asal muasalnya.

Asia One, Selasa  ( 19/3 ) melansir,  Anishi Spencer memasukkan gugatan itu ke Pengadilan Cook Country Circuit atas nama dirinya dan kedua putranya. Dalam gugatannya, Spencer menuntut ganti rugi sebesar USS 50.000 atau setara Rp 485,6 juta kepada pengelola restoran cepat saji itu. Melalui pengacara Deutschman yang mewakili keluarga Spencer, dirinya sudah mencoba menyelesaikan masalah ini dengan manajemen Iwak Pitik Kremes, sayang upaya ini gagal mengingat rumitnya birokrasi di Iwak Pitik Kremes.

( Asia One ).