Memasuki semester pertama  April 2013 ini, segenap harapan baru untuk orang yang ingin terus hidup sehat tentu sudah direncanakan jauh-jauh hari. Salah satu keinginan dalam hidup ini adalah tetap menjaga tubuh tetap sehat. Karena dengan bebasnya berbagai penyakit bisa datang tanpa kulo nuwun lagi kepada pemilik tubuh yang lemah, maka sikap waspada perlu dijaga.

Berjaga di saat sadar adalah  mengetahui salah satu jenis penyakit yang difonis tidak bisa disembuhkan, adalah diabetes yang saat ini  sering dibicarakan  di lingkungan tempat kerja atau  hidup bertetangga. Diabetes memang dianggap sepele, padahal Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia. Data lain menyebutkan bahwa dua dari tiga diabetesi ( menyebut penderita diabetes ), meninggal karena penyakit jantung atau stroke.

Pembicaraan semakin memerlukan perhatian kita semua yang sudah tahu apa arti hidup sehat sebenarnya. Mengingat diabetes tergolong penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Hal ini dibenarkan oleh pakar kesehatan gizi klinik Ida Gunawan, sebagaimana dirilis dalam artikel Kesehatan Akhir Pekan ( 3/2 ).

Mengukur kadar gula dalam darah secara teratur akan mengetahui sudah sejauh mana kadar gula dalam darah.

Mengukur kadar gula dalam darah secara teratur untuk mengetahui apakah kadar gula dalam darah masih dalam kondisi normal.

” Benar diabetes tergolong penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup. Oleh karena itu, penting dilakukan deteksi dini untuk mencegah terjadinya diabetes. Bagi orang yang sudah dideteksi menderita diabetes, sangatlah penting untuk mengendalikan kadar gula darah serta semua komplikasi yang timbul akibat peningkatan kadar gula tersebut, jelas Ida.

Penyebab seseorang terdeteksi diabetes adalah gaya hidup yang tidak sehat. Orang lebih seneng bekerja di belakang meja dan kurang aktivitas fisik. Akibatnya berat badan akan naik drastis menjadikan pelakunya kelebihan berat badan alias obesitas.

Selain kurang gerak dan  obesitas, penderita juga gemar mengonsumsi makanan cepat saji yang mengandung karbohidrat cepat serap, rendah serat dan tentu tinggi lemak. Semua kondisi ini mempercepat peningkatan risiko diabetes dalam diri seseorang. Hanya dengan menganut pola makan sehat setiap hari dan diet, dapat mengurangi atau menunda timbulnya diabetes lebih dari 50 persen.

Diet sehat untuk diabetes adalah hampir sama dengan diet yang sehat bagi siapapun. Makan dengan porsi yang cukup untuk menghindari kenaikan berat badan, termasuk didalamnya makan buah-buahan dan sayuran.

Diet sehat untuk diabetes  hampir sama dengan diet  sehat bagi siapa pun. Makan dengan porsi yang cukup untuk menghindari kenaikan berat badan, termasuk didalamnya makan buah-buahan dan sayuran.

Selain pola makan dan pengaturan berat badan, olahraga perlu juga dilakukan setiap orang yang ingin hidup sehat. Aktivitas fisik secara teratur  minimal seminggu tiga kali dengan durasi 30 menit. Setelah olahraga hindari konsumsi rokok dan minum alkohol.

Bagi penderita diabetes, olahraga sebaiknya bersifat aerobik, seperti jalan kaki, bersepeda, berenang dan joging. Prakteknya bisa dilakukan sehari-hari. Misalnya, naik turun tangga, berjalan kaki ke pasar atau membuang sampah ke tempat pembuangan sampah sebagai kegiatan menyenangkan. Bagi yang hobi berkebun di saat luang waktu, menyempatkan merawat tanaman.

Masih menurut Ida, aktivitas fisik harus disesuaikan dengan umur dan status kesehatan diabetesi. Seandainya fisik cukup kuat, kegiatan fisik bisa lebih ditingkatkan. Jika sudah mengalami komplikasi, harap menyesuaikan aktivitas fisik menurut anjuran dokter yang merawatnya. ( MIL ).