Menertibkan pedagang kaki lima adalah tugas Satpol pada pemerintahan daerah. Ada yang menertibkan pedagang dengan santun sambil membujuk pedagang agar menempati areal  yang sudah ditunjuk pemerintah daerah. Namun ada juga yang galaknya minta ampun saat melakukan penertiban pedagang kaki lima.

Tidak jarang gerobak pedagang ditarik dengan paksa, semua dagangannya ditaruh di pinggir jalan sementara pedagangnya melakukan negosiasi dengan petugas tramtib. Ada pengguna jalan yang iba melihat bagaimana wong cilik mencari makan dengan menggelar dagangannya di kaki lima, dikejar-kejar tramtib. Namun banyak pula pengguna jalan yang sebal melihat trotoar yang khusus dipakai pejalan kaki, diserobot pedagang kaki lima sehingga kenyamanan saat berjalan terganggu.

Sikap solider warga atas nasib pedagang kaki lima bukan saja ada di Jakarta saja. Kota besar di Eropa, sebut saja Roma, penduduknya sangat solider atas nasib pedagang bunga langganan mereka yang terkena rasia. Bentuk solider mereka perlihatkan dengan marah ketika polisi pamong praja merampas dan menyita bunga-bunga segar milik pedagang bunga.

 Lapak tukang bunga di Campo de Fiori (Field of Flowers), pasar luar ruangan yang terkenal di Roma, Italia pada 29 Maret 2012

Lapak tukang bunga di Campo de Fiori (Field of Flowers), pasar luar ruangan yang terkenal di Roma, Italia pada 29 Maret 2012.

Di pihak polisi pamong praja berdalih, pedagang bunga itu hanya mengantongi izin berkeliling menjajakan bunganya. Dalam prakteknya, pedagang bunga malah membuka lapak di tempat dan tidak lagi berjualan berkeliling. Akibatnya, jumlah pedagang bunga yang menetap makin banyak sehingga mengganggu lalu lintas warga yang hendak melewati jalan itu.

Saat polisi pamong praja bersiap menggusur lapak pedagang bunga, penduduk sekitar yang cinta bunga marah melihat pedagang bunga langganannya ditindak. Keruan saja atas nama solidaritas sesama pecinta bunga, warga tanpa dikomando lagi menghalangi polisi dan mencegah polisi agar tidak merampas bunga milik pedagang.

Musim bunga di Italia sungguh indah untuk dilihat.

Musim bunga di Roma.

Pokoknya demi bunga, penduduk sekitar rela berkorban demi pedagang bunga yang hendak dirazia. Tentu saja kejadian perlawanan warga terhadap polisi pamong praja Roma sempat memacetkan lalu lintas di lokasi kejadian. Menurut ANSA yang dikutip UPI ( 27/1 ) melaporkan, jumlah warga yang bentrok dengan polisi pamong praja lebih dari 100 orang.

Pejabat kota Roma Marco Giudici berujar, ” Penduduk itu benar melakukan solidaritas kepada pedagang bunga, karena polisi pamong praja menggunakan dua standar penanganan, ” katanya.  Sekalipun ada masalah dengan pedagang yang tidak punya izin, mereka meninggalkan cara-cara simpatik saat mengurus administratif pedagang yang ingin menebus gerobaknya. Barangkali saking cintanya warga kota Marco Giudici terhadap bunga, mereka  rela membela pedagang bunga agar tidak  hilang dagangannya disita polisi pamong praja. ( UPI ).