Banjir sudah usai menerjang beberapa kawasan di Jakarta dan Tangerang dengan meninggalkan jejak kumuh dan kotor karena adanya sampah yang terbawa air banjir. Akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan Indonesia menyebabkan curah hujan tinggi sehingga berpotensi menimbulkan banjir. Pasang air laut juga ikut menahan limpahan air sungai yang bermuara ke laut, sehingga banyak daerah  masih tergenang banjir  sehingga rumah  dan pekarangan terpaksa ditinggalkan penghuninya mengungsi.

Bagi yang terkena banjir, sudah tentu sangat disibukkan dengan berbenah diri membersihkan rumah dari kotoran yang menempel dalam rumah, halaman, pagar dan jalan. Prioritas sebelum membersihkan rumah adalah menyehatkan diri sendiri dan keluarga lebih dulu paska banjir, agar kondisi tubuh tetap sehat di tengah keterbatasan tempat yang masih aman dari jamahan banjir. Kita prioritaskan lebih dulu kesehatan orang tua dan anak yang tubuhnya rentan terhadap cuaca buruk, lingkungan kotor sehabis banjir menerjang lingkungan tempat tinggalnya.

Setelah kita yakin diri ini sehat, kita mulai proses pemulihan tempat tinggal pribadi dan lingkungan sekitar dengan berbenah. Tentu saja tubuh terlindung dari kontak langsung dengan sisa air dan kotoran banjir yang mudah terpercik dan mengenai tangan, kaki dan tubuh selama berbenah membersihkan rumah. Sudah barang tentu banyak benda-benda berbahaya yang terbawa arus air kali kotor masuk rumah dan halaman, dimana kotoran itu mengandung kuman penyakit, maupun benda berbahaya seperti paku karat tajam, beling atau pecahan kaca tajam  yang dapat melukai kulit.

Mendapatkan benda tajam berbahaya itu, kita singkirkan dulu ke tempat khusus dengan melindungi kaki dan tangan kita lebih dulu memakai kaos tangan  dan sepatu boot. Ada baiknya pula memakai masker penutup hidung dan pelindung mata dari percikan air kotor. Pagar halaman yang kotor kena banjir bisa kita bilas kisi-kisi pagarnya dengan air bersih agar tidak menimbulkan karat pada besinya.

Pertolongan pertama saat air mulai menggenangi kawasan, segera ungsikan anak dan orang tua ke tempat aman.

Pertolongan pertama saat air mulai menggenangi kawasan, segera ungsikan anak dan orang tua ke tempat aman.

Air banjir yang merendam kawasan perumahan cenderung kotor bercampur dengan sampah, pecahan kaca, paku berkarat, plastik dan lumpur. Kondisi air kotor me ngandung kuman penyakit.

Air banjir yang merendam kawasan perumahan cenderung kotor bercampur dengan sampah, pecahan kaca, paku berkarat, plastik dan lumpur. Air kotor mengandung kuman penyakit pencetus wabah diare, leptospirosis hingga demam berdarah.

Setelah halaman kering dari banjir, sisa sampah kita sapu dan dibakar.

Setelah halaman kering dari banjir, sisa sampah kita sapu dan langsung dibakar.

Cairan disinfektan bisa kita manfaatkan untuk membersihkan seluruh isi ruangan yang telah dikeluarkan lumpur kotornya lebih dulu. Setelah lumpur dan air kotor hilang bilas dengan air bersih dan tutup dengan cairan disinfektan. Setelah selesai berbenah, ada baiknya mencuci tangan, kaki dengan sabun antibakteri.

Bila lingkungan rumah dan halaman serta tetangga kanan dan kiri rumah sama-sama berpartisipasi membersihkan rumah, otomatis kita telah mengurangi risiko akibat banjir seperti dari sisa genangan  air dan kotoran yang menempel bangunan rumah. Dengan sendirinya ini juga untuk mencegah dari serangan penyakit paska banjir seperti wabah diare, infeksi saluran pernapasan, leptospirosis hingga demah berdarah. Setelah yakin rumah bersih dan aman, barulah kita bawa anak dan orang tua kita yang mengungsi pulang ke rumah.

Iklan