Warga negara  yang  mempunyai hak pilih saat melakukan pencoblosan suara,  tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah bebas rahasia saat memberikan suaranya di bilik pencoblosan. Artinya setiap warganegara bebas menyalurkan pilihannya dengan bebas dan rahasia. Surat suara yang telah dicoblos dijamin rahasia dan orang lain pun tidak tahu gambar siapa yang telah dicoblos.

Itu baru pemilu yang bebas dan rahasia dalam sebuah negara demokratis, di mana pemilu dilaksanakan tertutup alias rahasia. Untuk menuju kepada pemilu secara rahasia ada sejarahnya. Kita ambil contoh pemilu di Amerika misalnya, para hakim akan bersumpah atas nama pemilih.

Hakim lalu mengumumkan secara terbuka pilihan para pemilih. Namun sistem seperti ini masih saja menyisakan banyak kecurangan.  Saat pemilu secara tertutup dimulai di Negera Paman Sam,  pemerintah daerah setempat mengadopsi sistem pemilu yang dilaksanakan di Victoria,  Australia tahun 1850.

Penggunaan kertas suara  yang dicetak oleh pemerintah daerah dan bukan oleh perorangan ataupun partai, memungkinkan pemilih untuk menentukan pilihannya secara rahasia di tempat pemungutan suara ( TPS ). Kertas suara yang selesai dicoblos pemilih lalu dimasukkan ke kotak suara  yang nantinya akan dihitung. Kerahasiaan pemilih lebih dilindungi dalam sistem ini.

Lukisan yang menggambarkan pemilu karya George Caleb Bingham ( 1811- 1879.

Lukisan yang berjudul The Country Election, menggambarkan pemilu karya George Caleb Bingham ( 1811- 1879 ).

Selain pemilih dilindungi, integritas pemilihan umum juga terjaga dibandingkan dengan sistem pemilihan sebelumnya. Jauh ke belakang, Perancis lebih dulu melaksanakan pemilu dengan penggunaan kertas suara dibandingkan dengan Australia.

Kertas suara yang dipilih menggunakan tulisan tangan dan tidak dicetak oleh pemerintah. Bentuk lain dari pemungutan suara tertutup juga dilaksanakan pada masa lalu di Yunani, India dan Roma. (  Geo Weeks ).