Ribuan goa purba berada di karang-karang terjal di Mustang, bekas pusat kebudayaan Buddhisme di Nepal bagian tengah. Bagaimana goa-goa tersebut bisa dicapai, apakah dengan undakan, tangga atau tali setiap kali ada orang yang mau melihatnya, seolah hilang ditelan waktu. Namun, goa-goa beserta artefak yang usianya sekitar 700 tahun itu tetap ada sampai saat ini.

Lokasi Mustang sangat strategis, berada di jalur perdagangan. Di sini garam yang berasal dari Tibet dijual ke pusat-pusat penjualan di India dan Asia Selatan. Setelah berabad-abad kemudian, jalur perdagangan itu tak digunakan lagi dan wilayah itu hampir dilupakan orang.

Namun, 20 tahun lalu, para arkeolog mulai meneliti sejumlah goa yang bisa dimasuki dan menemukan kekayaan sejarah. Hal itu di antaranya manik-manik, perhiasan, serta kerangka berusia 2.000 tahun, peti mati dan sejumlah benda makam. Sebuah tim yang beranggotakakn peneliti internasional, yang juga ahli panjat tebing, berani mengambil risiko dengan mengunjungi lokasi goa itu dalam beberapa tahun terakhir.

Pendaki dan ilmuwan berjalan di tepi Sungai Kali Gandaki di daerah Mustang yang terpencil di Nepal. Lebih dari 18 meter di atas mereka terdapat gua-gua buatan manusia berabad-abad lalu.

Untuk mencapai gua-gua yang digali di tebing setinggi 47 meter di atas lembah, Matt Segal (atas) terpaksa mendaki tebing rapuh yang hancur saat disentuh. Gua-gua itu berumur 800 tahun –saat ini dalam keadaan kosong.

Tsewang Tashi, lama Buddha Tibet, menuntun kudanya melintasi desa Samdzong, dekat perbatasan Cina.

Matahari petang menyinari kuil dan rumah di Tsarang, bekas kota terpenting di daerah ini. Di Mustang, tempat gaya hidup tradisional tidak terganggu selama berabad-abad. Gua menyimpan petunjuk saat kerajaan terpencil di Himalaya itu merupakan kota yang menghubungkan Tibet ke seluruh dunia.

Di situ para peneliti berhasil mengungkap misteri baru Goa Langit. Mereka menemukan lukisan dinding yang cukup luas, ribuan manuskrip yang ditulis dengan kaligrafi serta sejumlah kerangka dan benda-benda makam. Para ahli berpendapat, sebagian goa itu sepertinya menjadi tempat tinggal karena ditemukan sejumlah alat makan serta senjata yang terbuat dari besi, kain dan artefak lainnya.

Artefak-artefak itu mencerminkan kemahiran tukang di jamannya. Sangat mungkin benda-benda itu di antaranya terbuat dari kayu, dijual ke Mustang dari wilayah-wilayah tropis. Bagaimana pun peninggalan purbakala harus dilestarikan untuk mengungkap misteri yang ada di dalamnya. Tugas ahli purbakala dituntut untuk menyibak misteri penemuan itu. ( Sumber : Geo Weeks/ National Geographic/gambar : forum.viva.co.id/image ).