Otak jenazah saat manusia telah mati, proses hidup bagian-bagian tubuh manusia tidak berakhir bersamaan. Setelah paru-paru berhenti, jantung berhenti berdetak, otak berhenti bekerja, tubuh mulai mendingin dan tanda-tanda vital kehidupan menghilang, masih ada sel-sel tubuh yang bertahan hidup hingga beberapa minggu. Para peneliti dapat memanen sel yang masih hidup dari kulit kepala dan lapisan otak jenazah manusia dan memprogramnya menjadi sel punca.

Sel punca yaitu sel yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi berbagai jenis sel  dalam tubuh. Adapun proses yang dilakukan peneliti adalah dengan mengambil fibroblas sel jaringan ikat dari kulit kepala dan lapisan otak dari 146 donor untuk diinduksi menjadi sel punca pluripoten. ” Kami dapat mengatur jaringan sel hidup dari orang mati pada skala yang lebih besar dibandingkan sebelumnya, ” kata Thomas Hyde, peneliti dari Institut Pengembangan Otak Lieber, di Baltimore, Amerika Serikat, kepada Livescience, Selasa ( 16/10 ).

Mayat yang digunakan dalam penelitian ini berumur dua hari dan disimpan dalam lemari pendingin, tetapi tidak sampai beku. Para peneliti menemukan fibroblas dari lapisan otak ( duramater ) 16 kali lebih berhasil menjadi sel punca daripada kulit kepala. Ini sesuai prediksi mengingat kulit kepala rentan terkontaminasi jamur dan bakteri, sama seperti kulit di bagian lain.

Sel-sel kulit kepala berkembang lebih banyak dan cepat dibandingkan sel durameter. Hasil penelitian yang dimuat jurnal Plos One, 27 September, ini ke depan diharapkan dapat digunakan utuk mengatasi berbagai gangguan otak akibat malfungsi selama pembentukan jaringan, seperti skizofrenia, bipolar, autisme dan keterbelakangan mental. ( Livescience/MZW ).