Selincah perampok menghindar dari incaran polisi akhirnya ketangkap juga. Yang  membuat perampok tidak berkutik bukan karena kaki tertembak peluru petugas, akan tetapi kena piting oleh tangan kuat yang terus mencengkeramnya. Perampok sial ini tampaknya  terus mengerang kesakitan sampai polisi datang memborgolnya.

Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi calon perampok untuk melihat dulu calon korbannya sebelum beraksi. Peristiwa naas perampok ini berakhir di tangan mantan atlet sepak bola Amerika bernama John Daiker ( 38 ) saat itu tengah melintas di depan toko Super Amerika di Rogers AS ( 14/8 ) sekitar pukul 23 waktu setempat.   Perampok keburu kepergok John Daiker yang lalu memitingnya dengan kencang.

John Daiker  yang melihat gerak-gerik mencurigakan dari perampok berusia 17 tahun semula tidak curiga dengan ulah pemuda ini. Namun dari pengamatan yang sekilas, dia yakin bahwa pemuda ini hendak merampok toko di depan Super Amerika yang sudah sepi suasananya karena malam sudah semakin larut. Meski membawa senjata api, pemuda yang merampok ini tidak tak berdaya ketika ditubruk dan dipiting John Daiker.

Ia berpendapat, ” Jika saya bisa menolong orang lain, maka saya lakukan, ” ujar Daiker  seperti dikutip Minneapolis Star Tribune. Melihat ada peristiwa mencurigakan dan merugikan hak orang lain yang akan terampas harta bendanya, maka satu-satunya jalan adalah bertindak tegas. John Daiker yang berbobot 122 kilogram dan tinggi badan 1,9 meter sudah berpengalaman sebagai pemain bertahan di tim sepak bola Amerika semasa sekolah.

Untuk itulah tanpa menunggu lebih lama lagi ia lalu menjatuhkan anak itu dan memiting kepalanya. ” Saya menahan kepala dan tangannya dan mencengkeramnya kuat-kuat sampai polisi tiba, ” katanya. Penderitaan perampok yang masih anak remaja itu berakhir dengan kedatangan polisi. Polisi tanpa sengaja berpatroli di kawasan itu dan mengawasi sejumlah perampokan di jaringan toko tersebut. (  UPI ).