Spesies kelelawar akan menderita akibat perubahan iklim, sebagaimana publikasi ilmiah Mammal Reviev baru-baru ini. Kelelawar yang merupakan salah satu dari lima spesies mamalia rentan dehidrasi karena penguapan air tubuh melalui permukaan sayapnya yang luas, tergolong cepat.

Jika kondisi makin panas dan kering, kelelawar juga harus terbang jauh untuk mendapatkan air dan makanan. Menurut para peneliti, Mathieu Lundy, Hayley Sherwin dan Ian Montgomery dari Queens University, Belfast, Inggris menyatakan 38 spesies dari 47 spesies kelelawar dari Eropa dan Amerika Utara yang mereka teliti terancam sulit mendapat makanan.

Hibernasi menjadi lebih pendek, berpindah tempat karena naiknya temperatur serta mengalami kematian akibat gelombang panas dan kekeringan. Kelelawar amat penting secara ekologi dan ekonomi karena berperan menyebarkan benih dan membantu penyerbukan berbagai tumbuhan. ( BBC Nature News/ISW ).