Pulang sholat Maghrib berjamaah kemaren sore, seorang tetangga mengeluhkan kepada saya bahwa isterinya mengalami nyeri ulu hati saat menjalankan puasa. Keluhan itu menjadikan perjalanan puasanya sedikit terganggu dan hampir membatalkan puasanya hari itu.  Saya kira keluhan lambung nyeri di saat puasa adalah wajar dan  pasti semua orang mengalaminya baik yang pernah menderita sakit mag ataupun yang sudah sembuh sakit magnya.

Sakit mag atau disebut dengan dispepsia merupakan gangguan fungsional yang disebabkan oleh pola makan yang buruk. Demikian kata Ari Fahrial  Syam dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ( FKUI )/RS UPN Cipto  Mangunkusumo yang juga Ketua Bidang Advokasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Senin ( 9/7 ) di Jakarta.

Menurut Ari, sakit mag merupakan kumpulan gejala rasa nyeri atau rasa tidak nyaman pada daerah ulu hati. Gejala sakit mag antara lain nyeri di ulu hati, mual, muntah, kembung dan nafsu makan kurang. Sekitar 80 persen sakit mag merupakan gangguan dispepsia fungsional. ” Jika dilakukan endoskopi atau peneropongan, tidak ditemukan kelainan, ” ujarnya.

Keluhan sakit mag gangguan fungsional disebabkan makan tidak teratur, kebiasaan makan-makanan berlemak, banyak minum kopi atau minuman bersoda, merokok dan stres. Kasus mag organik sebesar 15 – 20 persen disebabkan bakteri Hilicobacter pylori, obat-obat rematik dan makanan terlalu pedas. Berbeda dengan mag fungsional, hasil endoskopi mag organik tidak normal, yakni ditemukan tukak lambung, tukak usus dua belas jari, polip bahkan kanker saluran pencernaan.

Lalu hubungannya dengan puasa, Ari menyatakan, berpuasa tidak menimbulkan sakit mag. Sebaliknya sat puasa, keluhan akan berkurang. ” Saya sering menganjurkan pasien sakit mag untuk berpuasa, apalagi yang hasil endoskopinya normal. Biasanya mereka mengalami perbaikan, ” katanya.

Saat merasakan mual diikuti nyeri pada ulu hati, sebaiknya seseorang berkonsultasi dengan dokter sebelum mengambil keputusan untuk berpuasa. Berpuasa karena ibadah, dan diikuti makan teratur saat saur dan berbuka, boleh jadi keluhan rasa nyeri dan mual akan hilang.

Saat berpuasa, berbagai faktor pemicu gangguan fungsional juga hilang. Penyebabnya, saat berpuasa, penderita makan teratur waktu saur dan berbuka. Ia tidak mengonsumsi camilan, tidak merokok dan stres berkurang karena ibadah. Bahkan pada kasus mag organik,penderita masih dapat berpuasa sepanjang berkonsultasi lebih dulu dengan dokter karena biasanya perlu minum obat.

Pada kesempatan sama,  Tri Juli Edi T dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo mengatakan, orang yang menderita penyakit menaun, seperti diabetes, sebaiknya mempersiapkan diri sebelum menjalankan puasa. ” Mereka  harus berkonsultasi dengan dokter yang akan memberi anjuran diet tepat, disesuaikan dengan kondisi puasa dan penyakitnya. Demikian juga dengan obat-obatannya, ” ujarnya.

Dengan berkonsultasi lebih dulu, penderita penyakit menahun yang ingin berpuasa dapat membuat keputusan tepat saat harus menghentikan atau tetap melanjutkan ibadah puasa. ( INE ).