Anda punya anak laki yang belum disunat? Perhatikan penelitian Sasha Dubruvsky yang meneliti kesehatan alat reproduksi pria, khususnya anak balita. Disebutkan anak yang tidak disunat berisiko lebih besar mengalami infeksi bakteri pada saluran kencing. Jika tidak ditangani segera, infeksi itu dapat mengganggu ginjal.

Sunat pada anak pria dilakukan dengan memotong kulit luar ujung penis. ” Kulit luar penis yang tidak tertarik sempurna, sehingga saluran kencing tidak terlihat, akan meningkatkan risiko infeksi  pada saluran kencing, ” kata salah seorang peneliti, Sasha Dubrovsky, dari Mc Gill University Health Center, seperti dikutip Healthy Day, Senin ( 9/7 ).

Di seluruh dunia sekitar satu dari enam laki-laki di sunat. Dan mereka tidak hanya umat muslim atau Yahudi. Juga di Amerika Serikat sunat merupakan suatu hal yang biasa. Di Belanda dan di banyak negara Eropa lainnya, sedikit sekali laki-laki kulit putih yang disunat. Foto Radio Nederland.

Dalam studi itu, peneliti menganalisis informasi dari 400 anak laki-laki yang datang ke unit gawat darurat karena infeksi saluran kencing. Sebanyak 269 anak laki-laki itu tidak disunat. Namun bukan berarti tidak disunat menyebabkan infeksi, hanya membuat risiko terkena infeksi menjadi lebih besar. Bagaimana pun sunat pada anak pria juga memberi inspirasi pada pria dewasa yang sampai usia tua belum disunat,  berlomba-lomba ingin disunat agar terbebas dari virus HIV. Tapi ini terjadi di Afrika lho?

Sumber : Healthday/INE.