Pada dasarnya lumba-lumba ada yang ikan dan ada juga yang mamalia.  Dua spesien ini kerap berada di perairan hangat di belahan dunia. Meskipun sama-sama bernama lumba-lumba, sebetulnya kedua spesies ini berbeda dalam penampilan dan bentuk.

Lumba-lumba yang sering kita lihat adalah jenis lumba-lumba yang memiliki  hidung seperti botol, yang juga dikenal sebagai porpoise. Mereka adalah anggota keluarga ikan paus bergigi dan bisa hidup sebagai peliharaan. Karena kecerdasannya, sebagaimana dirilis oleh Situs GeoWeek, juga karena kemampuan melompatnya, lumba-lumba sering dimanfaatkan untuk tampil di berbagai pertunjukan.

Lumba-lumba dapat memindai wilayah yang luas. Bahkan memetakan samudra. Inilah sistem sonar sempurna yang dengannya lumba-lumba memindai dasar laut layaknya alat pemindai elektronik.
Sistem berteknologi tinggi yang terbuat dari daging dan tulang yang ditempatkan dalam tubuh seekor makhluk laut adalah bukti kehebatan dan kesempurnaan ciptaan Allah.

Lumba-lumba berhidung botol ini juga satu keluarga dengan paus pembunuh. Sebaliknya lumba-lumba ikan, yang juga dikenal sebagai dorado atau mahi-mahi, merupakan jenis ikan yang sangat sulit diatasi dan sangat agresif. Bentuk kepalanya yang rata dan warna kulitnya yang indah kebiruan, menjadikan ikan ini mudah dikenali. Lumba-lumba ( dolphin ) yang berarti berparuh, membuat kedua spesies ini memiliki nama serupa.

Sumber :  GeoWeeks .