Para peneliti dari Kingston University di London Inggris yang diketuai Prof. Decland Naughton menemukan teh hijau dan putih dapat menyamarkan kadar tak normal testoteron pada atlet saat tes urine. Dengan kata lain atlet bisa mengelabui penggunaan doping dengan minum teh. Penemuan ini diprediksi bakal berimplikasi signifikan pada kegiatan olahraga, seperti Olimpiade 2012.

” Selama empat tahun kami meneliti hal ini. Sejauh ini penelitian kami menemukan makanan dan pola makan dapat memengaruhi perubahan metabolisme testoteron, ” katanya pada Sciencedaily, Senin ( 21/5 ). Efek ini disebabkan zat catechin ( pada teh hijau dan putih, bukan teh hitam ) menghambat  enzim yang menandai molekul testoteron.

Dengan manfaat yang baik tersebut, tidak ada salahnya untuk mulai mengonsumsi teh hijau. Rasa pahitnya memang sedikit mengurangi minat, namun dengan manfaat yang banyak maka sangat beralasan untuk memulai sebuah kebiasaan baik, minum teh hijau.

Ini membuat ginjal tak mengenalinya sebagai zat yang harus dikeluarkan. Hasilnya urine tak mengandung banyak hormon testosteron. Teh hijau telah lama dikenal sebagai minuman kesehatan. Lebih dari 4000 tahun bangsa Asia kuno telah mengenal manfaat teh hijau. Teh hijau diketahui bermanfaat untuk menghindarkan dari masalah-masalah kesehatan. Masalah seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan berbagai masalah kecantikan.

Sumber : ScienceDaily/ICH.