Kejahatan dengan menggunakan hipnotis untuk memperdayai korbannya sudah sering kita dengar beritanya. Korban karena modus hipnotis biasanya terjadi di tempat keramaian akan tetapi terkadang juga terjadi di rumah. Biasanya pelaku menanyakan sesuatu kepada calon korbannya dan mengadakan komunikasi dua arah seakan-akan sudah saling mengenal akrab.

Korban yang tidak menyadari dirinya mulai dihipnotis, mulai mengikuti semua perintahnya tanpa sadar. Mulailah pelaku memberikan instruksi kepada korbannya untuk menuturi semua perintahnya. Ibarat kerbau dicocok hidungnya, maka semua perintah itu akan dituruti korbannya tanpa sadar.

Praktek dengan modus menghipnotis selain terjadi di lingkungan sekitar kita, terjadi juga di benua Amerika, tepatnya di kawasan Pecinan Boston AS ( 7/5 ). Seorang wanita yang tinggal di kawasan Pecinan Boston mengatakan ada tiga perempuan yang menghipnotis dia.  Akibatnya dia kehilangan uang sebesar 160.000 dollar AS atau sekitar Rp. 1,5 miliar setelah dia tanpa sadar diperintah oleh ketiga perempuan itu untuk memberikan semua harta miliknya.

Uang  itu merupakan tabungannya yang disimpannya di rumah. Peristiwa bermula saat korban yang berusia 57 tahun sedang berbelanja ketika ada seorang wanita yang menepuk pundaknya dan bertanya beberapa hal. Sambil berkata terus pelaku menyerahkan sebuah kantong plastik padanya.  Selanjutnya dalam pengaruh hipnotis, korban  diminta pulang ke rumah dan bertemu beberapa jam kemudian di Boston Common.

Tanpa sadar begitu tiba di rumahnya, korban lalu mengambil harta miliknya berupa kalung, gelang, dua cincin emas, paspor serta uang tunai sebesar 160.000 dollar AS. Semua barang itu dimasukkan tas plastik dan dibawanya menuju Boston Common, tempat ketiga wanita pelaku hipnotis menunggunya. Selanjutnya tas plastik berisi harta bendanya itu diserahkan kepada pelaku.

Begitu tas plastik diterima, ketiga pelaku langsung kabur meninggalkan korbannya.  Polisi Boston yang menerima laporan aksi kejahatan lewat hipnotis lalu melacak keberadaan ketiga pelaku, akan tetapi mereka sudah raib tanpa meninggalkan jejak.  Kejadian ini membuat warga di Pecinan Boston menjadi lebih waspada. ( UPI ).