Kelebihan asupan  kalori disimpan tubuh dalam bentuk lemak di bawah kulit dan di perut.  Lemak di perut paling berbahaya karena menutup beberapa organ tubuh penting, seperti usus dan hati. Ada pun lemak di bawah kulit mengurangi estetika.

” Kelebihan lemak di perut memicu produksi zat tertentu yang meningkatkan peradangan dalam tubuh. Dampak peradangan bertahan, ” kata dosen luar biasa Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia  ( FKUI ), Samuel Oetoro, di Jakarta ( 4/5 ).

Lemak di perut meningkatkan kadar kolesterol jahat, memicu penambahan lemak dalam aliran darah sehingga meningkatkan tekanan darah dan kadar gula. Ini akan memicu berbagai penyakit degeneratif, seperti diabetes, jantung, stroke dan kanker.

Timbunan lemak berlebih di perut pria lebih dari 94 sentimeter, ditandai ukuran nomer celana lebih dari 37.

Koordinator Pelayanan Masyarakat Departemen Ilmu Gizi FKUI Inge Permadhi mengatakan, lemak di perut tidak bisa dihilangkan dengan sedot lemak di bawah kulit. Lemak di perut hanya dapat dihilangkan dengan meningkatkan metabolisme tubuh. ” Metabolisme tubuh hanya bisa ditingkatkan dengan aktivitas fisik, ” katanya.

Kelebihan lemak di perut pada wanita ditandai dengan lingkar pinggang lebih dari 80 sentimeter, yaitu ukuran celana XL.

Timbunan lemak di perut menjadi salah satu penanda kelebihan berat badan. Jika lingkar pinggang pria lebih dari 94 sentimeter, ditandai ukuran nomer celana lebih dari 37, artinya ada timbunan lemak berlebih. Pada perempuan, kelebihan lemak di perut ditandai dengan lingkar pinggang lebih dari 80 sentimeter ( ukuran celana XL ).

Obesitas kini menjadi persoalan global. Riset Kementerian Dasar 2010 menyebut, prevalensi kelebihan berat badan pada penduduk di atas 18 tahun di Indonesia mencapai 21,7 persen. Jika jumlah penduduk Indonesia 240 juta jiwa, prevalensi itu sama dengan 52 juta orang atau setara dengan jumlah gabungan penduduk Malaysia dan Australia.

Kasus berat  badan lebih banyak terjadi pada perempuan ( 26,9 persen ) dibandingkan laki-laki ( 16,3 persen ). Pada semua jenis kelamin, jumlah kegemukan cenderung meningkat pada usia 35 tahun ke atas dan berkurang pada usia 60 tahun.

( Sumber : MZW ).

Iklan