Masalah merokok sembarangan menjadi keprihatinan pejabat publik yang satu ini. Begitu pedulinya akan dampak asap rokok, maka ia terpaksa turun tangan memberi tahu kepada pengelola gedung agar menyediakan ruang khusus bagi perokok berat. Hal ini dilakukan agar asap rokok yang disemburkan dari mulut perokok tidak menyebar kemana-kemana mencemari udara di sekitarnya.

Demikian pula dengan penyewa gedung atau sebut saja apartemen yang masih hobi merokok harus mematuhi aturan ini agar tidak mendapat teguran pengelola gedung saat sedang merokok. Pada intinya penyewa gedung boleh merokok asalkan berada dalam ruang khusus yang diperuntukkan khusus kaum perokok. Jadi  anjuran ini dapat berjalan dengan baik apabila masing-masing pihak menyadari akan tugas dan tanggungjawabnya.

Pengelola gedung bertugas menjalankan kebijakan pemerintah setempat dalam hal menggunakan gedung dikaitkan dengan merokok di sembarang tempat bagi penyewanya. Sedangkan pihak penyewa wajib menjaga kebersihan lingkungan gedung dengan tidak merokok sembarangan apalagi membuang puntung rokok sembarangan.  Kerjasama yang baik dalam menganjurkan dan mematahi peraturan demi menciptakan lingkungan bersih, sejuk, sehat dan aman khususnya masalah pencemaran udara karena asap rokok yang berterbangan tertiup angin, memang menjadi perhatian pejabat publik yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota New York.

Pak Michael Bloomberg  yang saat ini menjabat sebagai wali kota New York semakin ketat mengatur soal rokok. Bagi penyewa atau pembeli apartemen di New York harus diberi tahu apakah di apartemen itu diperbolehkan merokok di dalam ruangan. Misalnya merokok di dalam lobi, balkon, taman atau tempat cucian di  masing-masing kamar apartemen.

Kampanye antirokok yang dilakukan Michael Bloomber kepada warga New York agar bisa memilih tempat tinggal bebas dari asap rokok.

 Tujuan pengaturan ini untuk memperingatkan perokok berat agar tidak merokok sembarangan. Selain itu  agar calon penyewa dan pembeli apartemen  bisa bebas memilih gedung mana yang bebas asap rokok. Pak Walikota mengatakan, ” Merokok menyebabkan kematian dan orang lain berhak tahu apakah dia akan terpapar asap rokok yang menjadikan dirinya sebagai perokok pasif, ” ujar Bloomber.

Kami mengusulkan peraturan ini kepada pengelola gedung apartemen tentang merokok ini untuk menaggapi keluhan warga New  York. ” Larangan merokok tidak akan diberlakukan di gedung perumahan, tetapi untuk memberikan kesempatan kepada warga New York agar dapat memilih tempat yang bebas  rokok, ” katanya sebagaimana dikutip AP di New York ( 20/4 ). Bloomber merupakan salah seorang warga AS yang gencar berkampanye antirokok.

Larangan merokok ini memperluas  larangan merokok yang sebelumnya sudah diberlakukan  di kantor, restoran, bar dan pantai.  Untuk kampanye antirokok ini, dia telah membelanjakan dana pribadinya 600 juta dollar AS. Tujuan kampanye agar semakin banyak orang yang tidak merokok di sembarang tempat. ( Reuters/JOE ).