Di jaman yang serba materialistis mencari orang jujur bagaikan mencari sebatang jarum runcing ke tumpukan jerami. Akan tetapi bukan berarti jarum ini tidak bisa diketemukan kembali.  Sekali pun jarum itu masuk ke serat jerami, asalkan mencarinya hati-hati pasti suatu saat akan ketemu kembali.

Demikian pula dalam kondisi keseharian masyarakat suatu bangsa saat ini, di antara 100o orang tidak jujur pasti ada di antara mereka satu atau dua orang yang mempunyai sifat jujur. Orang jujur sudah langka akan tetapi bukan berarti tidak bisa menemukan sosok orang jujur itu. Karena sudah menjadi orang jujur, maka profilnya bisa dilihat di sejumlah surat kabar yang terbit di Bangkok Thailand beberapa hari lalu.

Orang jujur itu adalah sopir taksi bernama Saksri Ketsrikaew ( 56 ) yang mengembalikan perhiasan emas seberat 8,2 kilogram  bernilai 410.000 dollar AS atau senilai Rp. 3,7 milliar  milik penumpang yang tertinggal di taksinya.  Penumpang yang membawa tas besar berisi perhiasan itu karena sangat terburu-buru ia lupa membawa barang bawaannya.  ” Setelah tas besar itu saya buka ternyata isinya perhiasan emas yang lumayan besar nilainya, ” ujar Saksri kepada AFP di Bangkok ( 14/3 ).

Merasa ini bukan miliknya Saksri lalu berusaha menghubungi mantan penumpang taksinya. Akan tetapi karena tidak ada nomer telepon penumpang ini yang bisa dihubungi, demi mudahnya memberi informasi ia lalu menghubungi radio komunikasi. Pucuk dicinta ulam tiba, ternyata penumpang pemilik perhiasan itu telah melaporkan lebih dulu ke polisi tentang perhiasan yang tertinggal di taksi umum.

Sopir taksi Saksri mendapat tanda kasih dari pemilik toko emas Kanokwattana.

Sopir taksi Saksri tersenyum memperlihatkan hadiah dari pemilik toko emas Kanokwattana.

Laporan polisi menyebutkan pemilik perhiasan adalah Kanokwattana ( 60 ) pemilik toko emas di kota Ubon Ratchathani. Saat itu ia bersama istrinya pergi ke Bangkok untuk membeli emas di China Town dan naik taksi ke utara Bangkok. Ia lalu menyadari tas besarnya berisi perhiasan emas tertinggal di taksi. Polisi yang menangani kasus ini juga mendapat laporan radio komunikasi yang mengabarkan ada sopir taksi menemukan tas besar yang tertinggal di taksinya.

Pemilik toko emas yang kehilangan tas besar berisi perhiasan menjadi berita utama di media massa setempat. ” Saat itu Kanokwattana sedang menghitung emas tersebut, ” ujar Letkol  polisi Udom Sukprasert yang menangani kasus ini. ” Perlu dua hari untuk mencari pemilik emas itu, kata Saksri memberi keterangan kepada polisi.

Pemilik emas menjanjikan hadiah bagi siapa saja yang bisa menemukan kembali tas berisi perhiasan emas. Kini Saksri telah diberi hadiah sebesar 6.400 dolllar AS atau sekitar Rp. 58,7 juta. Lumayan lah hadiah yang diterima Saksri karena ia seorang supir taksi jujur yang ada di Bangkok saat ini.