Seorang Praktisi Reiki setelah mempraktekkan Reiki dalam kehidupan sehari-harinya agar dapat hidup lebih sehat,  diharapkan Kundalini miliknya akan bangkit dengan sendirinya. Selain praktek reiki dia juga menjalankan meditasi sebagai bagian gaya hidup sehatnya agar saat melakukan penyembuhan menggunakan energi Reiki dan Kundalini dapat berjalan dengan  baik. Energi Reiki dan Kundalini saling membantu saat membersihkan energi negatif penyakit keluar dari  dalam tubuh pasien dengan sangat baik sekali.

Apabila Kundalini memulai pembersihan Sushumna dan Chakra-chakra dari bawah, Rei Ki membersihkannya dari atas. Penggabungan kedua energi Reiki dan Kundalini secara bersama-sama akan memberikan hasil yang luar biasa bagi Praktisi Reiki yang bersangkutan. Hidup sehat dengan reiki sendiri tertarik belajar Kundalini setelah sebelumnya mempraktekkan Reiki selama 3 bulan di tahun 2003.

Kebetulan saat itu ada rekan wanita di komunitas reiki tempat pertama kali saya belajar reiki, menawarkan ada pelatihan jarak jauh reiki kundalini secara gratis melalui Majalah Nirmala. Perlu diketahui bahwa majalah tersebut  sering mengulas gaya hidup sehat alami seperti Yoga, Prana, Akupuntur dan sebagainya dalam setiap artkelnya termasuk juga artikel tentang reiki. Maka kesempatan emas itu tidak saya sia-siakan sekali pun saat itu saya masih  duduk di level 1 kelas reiki.

Ada rekan wanita saya di kelas reiki itu melarang saya untuk ikut penyelarasan yang memang berbeda varian reikinya. Alasannya attunement yang akan saya ikuti berlangsung jarak jauh dan jika dipaksakan ikut akan ada bentrokan energi, antara reiki yang sedang saya ikuti dengan reiki kundalini yang akan diberikan attunementnya lewat majalah Nirmala. Tapi bagi saya the show must go on, tidak ada salahnya saya ikuti sekalipun teman wanita itu ngotot melarang saya untuk ikut attunement reiki kundalini.

Ilustrasi seorang calon praktisi sebelum mendapat attunement reiki kundalini.

Ketika menerima penyelarasan Kundalini Reiki jarak jauh dari Master Ir.Yan Nurindra, saya tidak merasakan sensasi energi attunement sebagaimana teman lain pernah merasakan.  Namun selang beberapa hari ada perubahan besar dalam tubuh saya manakala saya mempraktekkan self healing Reiki Kundalini ke diri sendiri dan keluarga. Energi Reiki yang saya transfer/salurkan ke diri sendiri terasa biasa saja reaksinya, namun ketika meniatkan Reiki Kundalini mengalir, terasa ada hawa panas dan dingin silih berganti begitu kuat masuk tubuh saya.

Ilustrasi orang yang telah mendapatkan attunement reiki kundalini level 1.

Saya nikmati saja energi ini sampai saya bereksperimen menyalurkan Reiki Kundalini jarak jauh kepada orang tua dan kerabat di lain kota. Dalam laporannya, kerabat saya mengatakan ada hawa yang sangat kuat memasuki tubuhnya ketika esok hari saya telepon untuk menanyakan transfer energi Reiki Kundalini . Bahkan kerabat yang lain  pun mengatakan hal sama, yaitu tubuhnya berkeringat, panas, ada hawa merambat sepanjang tulang sumsum belakang dan ada hawa menyembur keluar ubun-ubunnya.

Yang lebih mengesankan dari Reiki Kundalini  adalah, Praktisi Reiki tidak perlu menggunakan simbol-simbol Reiki untuk mengirim Reiki jarak jauh. Semua sudah didesain untuk bekerja secara bersama-sama dan saling melengkapi bagi penyembuhan kasus penyakit. Memang tradisi reiki kundalini lebih menitikberatkan pada pemograman energi dengan kekuatan affirmasi saat akan menyalurkan reiki kundalini.

Ilustrasi orang yang telah mendapatkan attunement reiki kundalini level 2.

Saat ada pertemuan dalam lokakarya Reiki sering diadakan forum tanya jawab masalah Kundalini Reiki. Banyak Praktisi Reiki memang aktif melakukan latihan self healing, menyatakan energi Kundalini mengalir sepanjang jalur Sushumna di tulang belakang bergerak ke atas dan energi Kundalini ini memancar keluar melalui Chakra Mahkota (Chakra Shahasrara). Praktisi lainnya mengatakan energi yang keluar lewat chakra dasarnya ( jika duduk di lantai ) atau  chakra kedua telapak kakinya  ( jika duduk di kursi ) terasa ada yang mengganjal di kulit telapak kakinya. Itu pertanda energi negatif penyakit sedang dikeluarkan dari dalam tubuh.

Energi Kundalini biasanya memberikan tekanan yang cukup besar di bagian  kepala  karena mengalir terus menerus dan akan keluar lewat ubun-ubun ( chakra mahkota ). Semakin sering melakukan self healing reiki dan kundalini, lambat laun tekanan di kepala melemah karena Energi Kundalini sudah sampai pada tahap pemurnian. Jika dilihat pewaskita maka  energi Kundalini berubah menjadi  warna biru muda.  Ditambah dengan seringnya kita me-reiki  orang lain diharapkan proses pembersihan tubuh kita dari energi penyakit semakin membawa hasil, yaitu tubuh semakin bersih dan output dari kesemuanya  itu adalah tubuh sehat karena dialiri reiki.

Ilustrasi orang yang telah mendapatkan attunement reiki kundalini level 3.

Reiki pada umumnya dititikberatkan pada penyembuhan kasus penyakit. Tetapi apabila dilihat lebih jauh lagi, manfaat-manfaat Reiki yang luar biasa dapat dilihat dengan mudah. Seseorang yang mempergunakan Reiki akan selalu terhubung dengan Cahaya Ilahi. Bukankah ini merupakan anugerah yang sangat luar biasa?

Ingatkah bahwa cukup banyak orang melakukan berbagai latihan berat dengan waktu panjang tanpa dapat menghubungkan dirinya dengan Cahaya Ilahi. Melalui pembelajaran Reiki diharapkan calon Paktisi Reiki level 1   selesai menerima attunement/penyelarasan akan seketika merasakan Cahaya Ilahi bekerja untuk dirinya. Ini dapat dibuktikan dengan mengalirnya Reiki dalam tubuhnya ketika Praktisi Reiki ini meniatkannya, ” Reiki mengalir.”

Irmansyah Effendi dalam buku Reiki,” Kemampuan Penyembuhan Luar Biasa Secara Seketika ” menyatakan seseorang yang semakin banyak mempergunakan simbol-simbol reiki sebagai alat komunikasi langsung dengan Energi Ilahi, maka Cahaya Ilahi yang turun akan menjadi sangat kuat. Cahaya Ilahi ini dengan mudah dapat kita rasakan apabila peka/sensitif dan dilihat oleh seorang yang waskita,   maka cahaya yang membungkus tubuh kita akan berwarna-warni. Jadi Reiki bukan sekedar teknik penyembuhan namun juga dapat bermanfaat untuk spiritualitas.

Untuk penyembuh Reiki dari semua tingkat perlu diketahui bahwa inti dari Reiki ialah menyebarkan cinta kasih kepada sesama dalam bentuk Cahaya Ilahi yang dapat menjadi berkat penyembuhan. Cahaya Ilahi ini tidak harus dibagikan kepada sesama melalui penyembuhan semata dengan menyalurkan Reiki, melainkan dapat berbentuk doa melalui senyum yang tulus dari seorang Praktisi Reiki. Hanya senyum yang tulus saja Anda telah membagikan Cahaya Ilahi dalam bentuk kegembiraan bagi orang lain. Bukankah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang begitu besar cinta kasihnya kepada semua mahkluknya di bumi ini?

Senyum dapat memberikan kegembiraan dan kebahagiaan bagi orang lain dan diri sendiri. Bagi semua penyembuh Reiki selalu dianjurkan berusaha melaksanakan prinsip-prinsip di bawah ini:

1. Untuk hari ini saja, saya akan selalu tersenyum penuh kegembiraan dan kebahagiaan untuk dibagikan kepada orang-orang di sekitar saya.

2. Untuk hari ini saja, saya tidak akan terpengaruh oleh sikap negatif orang lain.

3. Untuk hari ini saja, saya tidak akan menilai orang lain. Semua orang, semua makhluk akan saya cintai sebagaimana adanya. Anda pengunjung blog ini boleh menambahkan prinsip lainnya sesuai dengan pemikiran Anda.

Jikalau prinsip-prinsip Praktisi Reiki di atas tadi telah diterapkan dalam hidup keseharian dengan baik boleh jadi hidup sehat dengan reiki akan berdampingan dengan sehat karena berkat Tuhan lewat metode reiki. Semoga Anda yang telah mempraktekkan reiki apa pun tradisinya digabung dengan kundalini, akan selalu dianugerahi kesehatan  selama-lamanya dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga.

Sumber : Reiki karya Irmansyah Effendi/Reiki Kundalini Yan Nurindra/  Majalah Nirmala/Praktek Reiki Kundalini Pribadi.

Jika suka dengan artikel ini silahkan