Seringkali kita mendengar atau bahkan kita mengucapkan permintaan kepada orangtua, saudara atau teman atau siapa saja yang kita percaya, untuk mendoakan. Atau pada kesempatan lain saat sedang menjenguk sahabat yang tengah dirawat di rumah sakit , kerabat si sakit minta tolong kepada kita untuk mendoakan, agar si sakit segera memperoleh kesembuhan. ” Doakan yah agar dia cepat sembuh, ” begitu pintanya.

Doa yang mengandung harapan positip untuk orang lain sangat membantu proses kesembuhan apabila objeknya orang yang tengah sakit. Demikian pula sukses dan lulus ujian sekolah menjadi harapan murid agar dapat menamatkan sekolahnya dengan predikat lulus dan mengantongi ijazah, apabila dibantu doa oleh orangtuanya, kerabatnya dan murid sendiri juga harus aktif berdoa agar cita-citanya terkabul. Pendek kata secara sadar setiap orang di dunia percaya akan kekuatan doa yang dipanjatkan kepada Tuhan YME sesuai dengan Iman dan Kepercayaan yang dianutnya.

Banyak penelitian di negara-negara barat yang meneliti tentang kekuatan doa. Para peneliti telah membuktikan bahwa kekuatan doa mempunyai kekuatan yang mampu menyembuhkan penyakit dan penderitaan gangguan jiwa. Bahkan keajaiban penyembuhan dapat terjadi dari jarak jauh. Artinya doa yang dikirimkan seseorang dengan sepengetahuan atau tidak yang menerima kiriman doa, dapat mengurangi rasa sakitnya menuju proses kesembuhan.

Dr. Herbert Benson peneliti dari Harvard Medical School adalah orang yang mempopulerkan Mind Body Conection. Ia dapat membuktikan adanya hubungan yang jelas antara Doa dengan Kekuatan. Dalam penelitiannya ia menyimpulkan bahwa banyak berdoa dapat meningkatkan kesehatan tubuh, mulai dari tekanan darah tinggi hingga meredakan rasa sakit yang diakibatkan oleh reumatik dan kanker.

Image seorang wanita yang sedang berdoa untuk kesembuhan kerabatnya yang sedang sakit.

Peneliti lainnya dari ahli di Duke University juga membuktikan hal yang sama. Hal yang menakjubkan adalah efektivitas yang sama dari doa yang dikirimkan dari jarak jauh tanpa sepengetahuan si penderita. Seorang ahli jantung Randolp Byrd meneliti 393 pasien jantung yang dirawatnya di ICU di San Francisco General Hospital. Secara acak dipilih beberapa pasien yang didoakan oleh kelompok pendoa.

Hasilnya mereka yang didoakan membutuhkan obat-obatan yang lebih sedikit dan lebih cepat sembuh secara keseluruhan daripada kelompok pasien yang tidak didoakan tetapi hanya diberikan obat saja. Lalu percobaan terhadap tanaman pun menghasilkan hasil yang sama. Tanaman yang didoakan lebih cepat tumbuh subur dan tahan hama penyakit.

Satu hal yang perlu diketahui dan sangat penting bahwa penyembuhan dengan doa perlu disertai dengan rasa empati dan rasa kasih. Doa yang diucapkan dengan sungguh-sungguh penuh perasaan akan menghasilkan proses penyembuhan lebih cepat. Sedangkan doa yang dipanjatkan tanpa kesungguhan yang disertai perasaan empati dan rasa kasih sayang, tidak akan menghasilkan apa-apa.

Karena itulah tata krama saat akan menyalurkan reiki kepada orang lain dan sesudah penyaluran reiki, terlebih dahulu praktisi dan pasien reiki harus berdoa bersama-sama. Setelah doa dipanjatkan dengan tulus, diiringi affirmasi untuk apa reiki ini disalurkan mulailah praktisi mengakses reiki dan selanjutnya pasrah…biarkan reiki mengalir apa adanya ke pasien. Tahap akhir dari penyaluran reiki juga ditutup dengan doa oleh praktisi reiki dan pasien.

Diharapkan pasien kembali sehat sembuh dari penyakitnya dan yang tidak boleh dilupakan, berhasilnya penyaluran reiki tentu juga atas perkenan-NYA melalui metode penyaluran reiki.

Sumber : Buletin Inti Reiki April 2011 oleh Redaksi.

Jika Anda suka dengan artikel ini silahkan