Siapa pun yang mempunyai binatang kesayangan pasti sudah kenal dengan binatang yang akrab dengan induk semangnya. Binatang ini oleh orang Jawa disebut Segawon bisa dijadikan teman untuk menjaga rumah saat majikan sedang bepergian. Dengan kata lain segawon alias anjing ditakdirkan dengan bakat memahami manusia dibandingkan simpanse.

Hal ini tampak sejak anjing berusia enam minggu. Padahal simpanse tergolong kerabat terdekat manusia. Merujuk pada penelitian yang dipublikasikan di PloS ONE menyatakan, simpanse tidak peduli ketika manusia menunjuk suatu obyek. Sedangkan anjing memberikan perhatian dan mengetahui apa yang diinginkan manusia.

” Kami berpikir ini merupakan bentuk adaptasi khusus anjing untuk sensitif pada bentuk komunikasi manusia, ” kata salah satu penulis laporan penelitian, Juliane  Kaminski, psikolog kognitif di Institut Max Planck untuk  Antropologi Evolusi Jerman, kepada Discovery News, Jumat ( 10/2 ). Kaminski dan koleganya meneliti seberapa jauh anjing dan simpanse memahami petunjuk manusia. Caranya, seseorang menunjuk benda yang jauh dari dirinya, tetapi dalam jangkauan binatang itu.

Persahabatan antara anjing dan simpanse yang begitu erat, mengusik tim peneliti PLos ONE untuk meneliti perangai kedua binatang ini terhadap respon komunikasi manusia.

Jika anjing atau simpanse memberikan benda itu kepada yang bersangkutan, binatang itu akan dihadiahi makanan yang mereka sukai. Simpanse mendapat jus buah atau kacang, sedangkan anjing mendapat makanan anjing.  Ternyata, simpanse mengabaikan gerakan tubuh manusia mesti mereka tertarik terhadap makanan. Sebaliknya anjing sangat responsif.

Simpanse tidak melihat sikap orang menunjuk sesuatu sebagai sarana untuk mendapatkan makanan sehingga mereka mengabaikannya. Kaminski mengatakan, perlu penelitian lanjutan mengenai mekanisme pemahaman anjing terhadap bentuk komunikasi manusia. Bagaimana pun anjing dan simpanse layak dijadikan sample penelitian ini.

Sumber : Livescience/ELN.

Jika Anda suka dengan artikel ini silahkan