Di tengah heningnya pagi buta tiba-tiba tidur nyenyak Anda terganggu oleh suara berisik televisi, pasti akan membuat Anda terkejut lalu bangun dari tempat tidur. Begitu melihat tayangan televisi yang volume suaranya dibesarkan, tindakan pertama adalah mengecilkan volume suara televisi lalu mematikan pesawat televisi. Namun jika ternyata televisi itu sedang ditonton oleh orang lain langkah bijaksana adalah meminta orang yang menonton televisi itu untuk mengecilkan volume suara televisi agar tidak berisik mengganggu orang sekitar yang sedang tidur.

Bagi orang yang menonton televisi mengecilkan volume suara televisi adalah pekerjaan mudah dan bisa dilakukan saat itu juga. Namun bagi orang yang menonton televisi tapi tetap cuek dengan ajakan untuk mau mengecilkan volume suara televisi, maka tindakan berikutnya adalah peringatan kepada yang bersangkutan. Bila peringatan lunak tadi tidak juga ditanggapi maka perlu tindakan tegas, misalnya mencabut saklar kabel listrik ke pesawat televisi sehingga arus listrik ke televisi putus.

Dengan putusnya aliran listrik ke pesawat televisi maka mati pula pesawat televisi saat itu juga. Ini adalah tindakan lunak dan manusiawi agar kejengkelan hati tidak berubah menjadi marah-marah lantas gelap mata yang dapat merugikan orang lain yang sedang asyik menonton televisi. Tapi tidak demikian halnya yang dilakukan Pak Daryl Lee Nikle ( 56 ) ini terhadap 3 orang yang sedang asyik menononton televisi yang diangggap mengganggu nyenyak tidurnya di jam 4 pagi dinihari.

Ketika permintaan baik-baik untuk mengecilkan volume pesawat televisi tidak juga digubris oleh 3 orang ini, maka marahlah Pak Daryl. Dalam kemarahan memuncak dia lantas memuntahkan peluru dari senapan Magnumnya. Untung bukan tiga orang ini yang menjadi sasaran kemarahannya, akan tetapi layar pesawat televisi menjadi hancur pecah berkeping-keping gara-gara diterjang peluru magnum Pak Daryl.

Daryl Lee asal Dakota Utara, Amerika Serikat, harus mendekam di dalam penjara selama enam bulan. Ia menembak televisinya menggunakan senjata api.

Persoalan tidak selesai di situ saja. Gara-gara menembak pesawat televisi, maka Pak Daryl Lee Nikle harus mendekam 6 bulan di balik jeruji besi. Menurut UPI, Nikle diputuskan bersalah di Pengadilan Grand Forks atas tuduhan membahayakan jiwa orang lain. Pengadilan mengatakan, dia akan menerima pengurangan hukuman dan dapat menjalani tahanan di rumah dengan monitor elektronik atau keleluasaan bekerja kembali.

Polisi Grand Forks yang menangani kasus Pak Daryl Lee mengatakan, Nikle meminta tiga orang yang ada di rumahnya mau mengecilkan volume televisi setelah pukul empat pagi. Akan tetapi mereka menolak permintaan itu. Sebagai pelajaran dari penolakan itu, maka Magnum Pak Daryl langsung menyalak menghantam layar televisi dan pelurunya langsung menembus ke dinding rumahnya.

Kalau peluru itu nyasar lalu menghantam ketiga orang itu akan lain ceritanya. Polisi juga memeriksa Nikle untuk menjalani evaluasi apakah mengalami ketergantungan terhadap bahan kimia. Ini perlu untuk memeriksa kondisi kejiwaan Pak Daryl apakah sebelum tidur mengkonsumsi obat terlarang.  Insiden itu terjadi pada 2 Oktober 2011, sekitar pukul empat pagi. Bermula ketika, Daryl kesal dengan volume televisi yang ia nilai terlalu kencang suaranya.