Meramal, termasuk membaca garis tangan, memiliki akar yang dalam di tradisi China, meskipun para pemimpin China tidak mendorong praktek itu dan menghukum praktek yang mereka nilai kental dengan tahayul itu. Meskipun tidak murah dan ketepatannya patut dipertanyakan, tes ramalan garis tangan ternyata cukup populer di kalangan orang tua murid di negeri tirai bambu, China. Masih ingat kisah seputar pembacaan garis telapak tangan di taman kanak-kanak China beberapa waktu lalu?

Karena kental dengan tahayul akhirnya pemerintah China melarang sekolah-sekolah di China utara melakukan pembacaan garis telapak tangan tersebut. Jasa penyelenggara pembacaan garis telapak tangan mengakui bahwa dari pembacaan garis telapak tangan tersebut dapat diketahui potensi dan tingkat kecerdasan si anak. Terbuai dengan promo itu akhirnya banyak orangtua di Taiyun, ibu kota Provinsi Shanxi, berniat membawa anak-anak mereka ke peramal garis tangan.

Tetapi karena biaya meramal garis tangan ternyata cukup mahal bagi kantong cekak ibu-ibu  kalangan menengah ke bawah warga China daratan, akhirnya mereka mengurungkan niatnya itu. Mereka juga mempertanyakan metode pembacaan garis tangan tersebut. Namun para pembaca garis tangan terus kukuh meyakinkan calon kliennya, bahwa mereka mengaku dapat melihat kemampuan anak dalam hal musik, matematika dan bahasa.

Suasana saat murid sekolah taman kanak-kanak di Taiyun Provinsi Shanxi tengah belajar mengenal huruf latin.

Akhirnya kepala biro pendidikan setempat, Ma Zhadoxing terpaksa membuat surat edaran yang mengkritik tiga taman kanak-kanak yang mengutip biaya sebesar 1.200 yuan atau setara Rp. 1,7 juta rupiah per orang. Kepada UPI Ma Zhadoing mengatakan, ” Praktik seperti itu telah dilarang karena melibatkan sekolah taman kanak-kanak, ” katanya dengan nada prihatin perihal praktek pembacaan garis telapak tangan terhadap murid taman kanak-kanak.

Pejabat setempat juga menyelidiki apakah perusahaan yang melakukan pembacaan garis tangan tersebut, Shanxi Daomeng Culture Communication Co. Ltd, telah melanggar hukum. Jika terbukti bersalah maka akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku di negara itu. Kalau begitu urusannya akan menjadi rumit.

Tes meramal garis tangan ternyata cukup populer di kalangan masyarakat China di negeri besar yang dijuluki Tirai Bambu.

Kenapa urusan ramal-meramal lekat sekali dengan tradisi masyarakat China? Ada dua faktor yang membuat tes seperti ini amat digemari oleh masyarakat China sebagaimana situs China mewartakan. Pertama, kebijakan pemerintah yang mengharuskan setiap orang tua hanya mempunyai satu orang anak menyebabkan para orang tua sangat memperhatikan pendidikan anak mereka.

Orang tua di China berharap ketika anak mereka besar nanti dapat menopang kehidupan mereka yang sudah tua. Faktor kedua adalah sudah mendarah dagingnya tradisi ramal-meramal di kalangan masyarakat China. Para peramal mendapat kepercayaan yang tinggi dari setiap lapisan masyarakat, baik itu rakyat biasa, orang-orang kaya, bahkan hingga orang-orang yang duduk di bangku pemerintahan.