Pembaca blog yang terhormat, barangkali di antara Anda yang sudah berkeluarga tentu mengenal alat kontrasepsi yang disebut kondom. Khususnya kaum wanita yang sudah berkeluarga tentu pernah memegang benda istimewa ini saat ingin berhubungan intim dengan suami. Atau barangkali suami ogah menggunakan kondom dengan alasan akan mengurangi kenikmatan  saat berhubungan intim?

Apa pun hasil akhir dari berhubungan intim pasutri adalah kedua-duanya merasakan puncak kenikmatan saat hubungan seksual. Tidak masalah apakah suami menggunakan kondom atau tidak, suami yang bijak dan tidak tergesa-gesa dalam berhubungan intim tentu akan memberikan pelayanan ekstra agar isterinya juga mencapai orgasme, syukur multi orgasme setiap kali berhubungan intim pasutri.

Kondom yang baik adalah kondom  yang bisa menghalangi sperma masuk ke dalam rahim, sehingga akan melindungi wanita dari kehamilan yang tidak diinginkan, karena sel sperma dan sel telur tidak bertemu. Namun kondom  yang beredar di Afrika Selatan saat ini sudah ditarik dari pasaran. Kenapa ditarik dari pasaran? Apakah pemerintah Afrika Selatan sudah tidak melakukan kampanye keluarga berencana bagi warganya?

Keluarga berencana di negara itu tetap berjalan bagi suami yang mau menggunakan kondom. Namun tidak semua kondom yang beredar di pasaran saat ini bagus mutunya. Ada kondom yang jelek dan mudah robek ketika mau digunakan. Karena menyangkut mutu kondom yang sudah beredar di pasaran itulah, akhirnya pejabat kesehatan setempat menarik kembali 1,35 juta kondom dari peredaran untuk dilakukan penelitian.

Kondom biasa digunakan ketika istri sedang dalam masa subur. Biasanya para suami sudah mengetahui masa subur sang istri dengan sistem kalender.

” Kondom yang dibagikan kepada peserta saat menghadiri peringatan se abad Konggres Nasional Afrika terpaksa ditarik karena mudah sobek, sangat rapuh saat digunakan, ” ujar aktivis AIDS Sello Mokhalipi. Mereka mengeluhkan hal tersebut setelah beberapa orang yang datang ke kantornya,  menyatakan kondom yang sudah beredar tidak terjamin mutunya.

Kepada Reuters  Sello mengatakan, ” Mereka menuangkan air ke dalam kondom dan ternyata kondom itu bocor bagaikan saringan teh tipis kena air panas, ” ujarnya menirukan keluhan orang-orang yang sudah menerima kondom gratis saat pesta seabad Konggres Nasional Afrika di Johannesburg. Sebagian orang juga mengatakan mutu kondom sangat jelek dan mudah bocor ketika digunakan.

Juru bicara Dinas Kesehatan Propinsi Jabu, Mbalula mengatakan, departemennya telah menarik kondom-kondom tersebut untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Jadi puluhan ribu kondom yang sudah terlanjur dibagikan kepada orang yang hadir dalam pesta peringatan itu ternyata tidak aman. Sebagian khawatir jika kondom itu ternyata masih rentan untuk menularkan virus HIV penyebab penyakit AIDS.

Sampai saat ini Afrika Selatan mempunyai jumlah pengidap AIDS terbesar di dunia. Jadi bicara AIDS tentu membuat ngeri orang yang sudah tertular penyakit ini. Karena itulah Pemerintah Afrika Selatan sudah mewanti-wanti, hati-hati jika membeli kondom di Afrika Selatan.