Judul di atas sengaja saya buat ketika libur Imlek ini aku ngak ngantor. Bener-bener libur. Mendengarkan musik Radio Sonora diselingi ucapan Imlek 2012 yang dibacakan penyiarnya bagi yang merayakannya. Kebanyakan ucapan yang dibacakan penyiar itu bersifat seremonial belaka sebatas ucapan sukses banyak rejeki, karier naik, enteng jodo dan jarang ada satu pun ucapan, semoga selalu sehat di saat Imlek ini dan sehat di hari-hari selanjutnya.

Aku berpikir di jaman yang serba materialistik ini kesuksesan kok selalu diukur dengan banyaknya uang. Sukses terasa belum lengkap kalau tidak mempunyai kendaraan pribadi yang baru diluncurkan ke pasaran. Lalu ada jabatan tinggi, rumah yang bertebaran di sana sini, rekening bank yang bertaburan, jumlah kartu kredit yang bermacam-macam alamatnya. Tapi hampir tidak ada ucapan yang menentramkan hati semisal, semoga sukses dan sehat walafiat ketika jiwa kita masih menyatu dengan badan yang fana ini.

Sungguh ketika sebagian orang kesulitan dalam hidup ini dengan kerja banting tulang siang malam hanya untuk sesuap nasi, ada warga yang merayakan Imlek dengan membakar kembang api yang harganya jutaan rupiah. Ini terjadi di Pontianak sebagaimana aku dengar dari laporan Reporter Sonora Pontianak Senin pagi tadi. Ya boleh saja itu kan cermin kesuksesan warga yang merayakan Imlek dengan membakar uang dalam bentuk kembang api. Toh Imlek kan dirayakan setahun sekali.

Namun apalah artinya uang banyak dihambur-hamburkan kalau suatu saat pemilik tubuh tiba-tiba rentan terhadap penyakit? Ujung-ujungnya uang akan berhamburan pula dihabiskan untuk merawat tubuh ciptaan Tuhan bila telah jatuh sakit. Karenanya sudah seharusnya Anda merawat badan agar tetap sehat sesuai dengan anjuran dokter agar dapat hidup sehat dengan baik dan benar. Baik di sini selalu berkawan dengan pikiran positif menjahui pikiran negatif.

Warga Tionghoa memadati Klenteng Kwan Kong di Jl Sulawesi Sulsel untuk merayakan malam tahun baru Imlek 2563 malam tadi. Mereka berdoa untuk kemurahan rezeki dan kesehatan. Foyo by Tawakkal/Fajar

Menarik sekali ucapan Gede Prama di Radio Sonora bahwa dengan semakin banyaknya kita kaya harta akan semakin banyak pula kegelisahan dalam hidup ini. Misal dengan banyaknya mobil di garasi semakin gelisah pula pikiran ini setiap malam memikirkan apakah mobil ini sudah terkunci dengan aman dan tidak akan digondol maling?

Pikiran gelisah di saat malam tiba sebenarnya pemicu kecemasan memikirkan benda duniawi yang dimiliki yang buntutnya akan membuat resah, gelisah dan ujung-ujungnya susah tidur. Kalau sudah begini menenggak obat tidur dengan tujuan bisa tidur nyenyak, menjadi  satu-satunya cara yang ditempuh si sulit tidur ini.

Tapi cara ini apakah aman untuk kesehatan tubuh dan jiwa kita? Mari hidup dengan nyaman apa adanya, tak usah neko-neko. Jalani saja hidup ini bagai air mengalir dari hulu ke hilir dan kita menghanyutkan diri sesuai irama air mengalir apa adanya. Di kala aliran air santer, kita santer jalannya, di saat aliran air tenang arusnya kita tenang juga jalannya. Yang susah mengatur agar aliran air selalu stabil dalam hidup ini. Inilah PR yang kita hadapi dalam hidup ini.