“Wah ini dia Mbak Arum ? Setiap gerak jalan di kelurahan, di ultah Radio Sonora Jakarta 2003 dan di kantornya 2004 selalu mendapat undian door prize padahal pesertanya banyak sekali. Tahun 2005/6/7 berturut-turut juga mendapatkan door prize gerak jalan tingkat kelurahan,” begitu sapa Mas RT sahabat saya, beberapa waktu lalu ketika dia sedang kerja bakti memotong hewan korban Idul Adha 2008  di Desa Tajur Tangerang.

“Ah biasa saja Mas,”  jawab saya merendah. ” Semua itu berkat karunia Tuhan YME. Kalau sudah rejeki kan tidak akan lari kemana-mana,” jawab saya santai, sesantai saya membantu Mas RT ini pagi itu. ” Tolong kasih tahu saya rahasianya dong,” sergah Mas RT ini tidak sabaran dan dia mengharapkan di tahun berikutnya, dia juga bakal kecipratan hadiah door prize ngenjot sepeda di lingkungan Bumi Serpong Damai yang diadakan oleh instansi swasta bekerja sama dengan perusahaan media cetak ternama di Jakarta.

Sampai siang pekerjaan memotong daging kurban telah selesai, namun saya tetap tidak memberitahukan rahasia bagaimana bisa mendapatkan hadiah door prize secara hat trick kepada Mas RT saya ini. Biarlah ini tetap menjadi rahasia saya pribadi, toh kalau saya beberkan rahasia itu ke Mas RT saya ini yang sok berpikiran logik, tentu dia tak akan mau menerima argumen saya itu.

“Maklum Mas RT saya itu seorang pendidik yang selalu memegang teguh logika dalam berpikir. Pokoknya 2+2=4 tidak lebih tidak kurang.” Jadi dalam memberi penilaian kepada murid-muridnya selalu diukur berdasarkan logika. Hal itu syah-syah saja.

Gambar atas kanan adalah pembentukan bola energi Cho Ku Rei untuk niat materialisasi Reiki.

Tapi tidak demikian bagi seorang praktisi Reiki. Materialisasi Reiki memang dimungkinkan asalkan kita punya keyakinan kuat dalam merancang afirmasi agar apa yang ingin kita visualisasikan terwujud melalui proses pembentukan bola energi Cho Ku Rei. “Nah kalau demikian kasih tahu saya dong caranya?” tentu itu permintaan dan rengekan Anda ketika mengunjungi blog saya ini. “Baik saya akan kasih tahu. Tapi mohon pergunakan intuisi otak kanan Anda semaksimal mungkin dan untuk sementara matikan dulu otak kiri Anda.”

“Siap…santai saja membaca kalimat berikutnya dan jangan biarkan otak kiri Anda mendominasi pikiran Anda. Gunakan Hati Nurani dan tetap rilek.” Begini sahabatku, Anda dapat mengirimkan energi Reiki untuk mewujudkan tujuan-tujuan tertentu atau memiliki sesuatu yang Anda inginkan. Apabila Anda mengalami halangan dalam mewujudkan cita-cita berarti harus ada sesuatu yang perlu diperbaiki sebelum cita-cita itu terlaksana. Bagaimana caranya?

1. Berdoalah kepada Tuhan YME sesuai iman Anda masing-masing sebelum melakukan materialisasi Reiki, yang intinya memohon agar pemrogaman Reiki mendapat Rahmat Tuhan YME dan tujuan materialisasi ini terwujud.

2. Membuat bola energi Reiki dengan simbol Cho Ku Rei agar terbentuk bola energi padat, keras dengan menggambar simbol di depan dada. Tunggu beberapa detik. Hadapkan kedua telapak tangan baik kanan atau kiri saling berhadapan di antara bekas lukisan simbol Cho Ku Rei itu.

Anda akan merasakan di antara kedua telapak tangan muncul getaran-getaran lembut semakin keras dan terasa Anda memegang bola. Yup, itulah bola energi Cho Ku Rei sudah terbentuk. Tahan kedua tangan Anda ini lalu afirmasikan (bisa katakan dalam hati permohonan), “Ya… Tuhan dengan izin-Mu saya senang mendapatkan hadiah door prize kegiatan gerak jalan ini/kegiatan seminar ini/ kegiatan apa saja yang Anda ikuti.” sebut saja sesuai dengan tujuan kegiatan.

3. Terus visualisasikan keinginan menang undian door prize ini sambil Anda tersenyum menerima hadiah, dan biarkan pikiran santai Anda terus merajai perasaan ini sehingga visualisasi ini akan direspon oleh pikiran bawah sadar Anda dan mengkristal. Suatu saat visualisasi Anda ini dengan izin Tuhan YME akan termaterialisasi (terwujud). Kalau tidak sekarang suatu saat Insya Allah akan tercapai perwujudan itu.

4. Setelah bola energi Cho Ku Rei yang Anda pegang ini semakin berat, pelan-pelan dorong dan lemparkan ke udara, dan jangan dipikirkan lagi bola energi Cho Ku Rei Anda itu. Sebagai pelariannya Anda harus segera kembali ke kesadaran fisik. Kalau mungkin lakukan kegiatan harian Anda misalnya berkebun, mendengarkan musik, berolah raga dan bekerja.”Ah… saya dan Anda semua juga bekerja khan? di samping ngeblok ini,” mudah-mudahan begitu adanya.

Materialisasi ini pun kembali saya ulangi lagi karena rasa penasaran saya akan tulisan Master Irmansyah Effendi dan Prof. Dr. Sutan Remi Sahdeini yang menulis dalam masing-masing bukunya. Bahwa Reiki sekali lagi Reiki dapat dimaterialisasikan energinya dengan baik melalui latihan belajar memvisualisasikan keinginan lewat meditasi, pembentukan energi reiki yang termaterialisasi dan latihan mendayagunakan kemampuan alam bawah sadar yang dikaitkan dengan energi reiki. Kalau kedua beliau Grand Master Reiki tadi tidak menulis dalam bukunya itu tentang Materialisasi Reiki, barangkali saya juga tidak akan mempraktekkannya.

Praktek materialisasi bisa dilakukan sambil duduk manis di tempat atau di saat Anda sedang bergerak melakukan aktifitas fisik, misalnya olahraga jalan kaki. Contohnya di saat saya mengikuti kegiatan gerak jalan Radio Sonora 2003 yang menempuh rute Monas-Setia Budi-Monas yang menempuh jarak 8 km pergi pulang, saya sambil berjalan terus menyalurkan reiki ke kupon undian saya sebelum diminta oleh panitia untuk dimasukkan ke kotak undian.

Begitu kupon untuk undian dirobek panitia gerak jalan lalu dimasukkan ke wadah, kupon tadi sudah ada energi Reikinya. Tinggal kupon yang menjadi pegangan saya terus saya Reiki sampai tiba saatnya penarikan undian. Demikian pula ketika gerak jalan di lingkungan kelurahan, door prize ulang tahun kantorku pada prinsipnya sama. Sebelum diminta panitia, kupon direiki lebih dulu. Lalu potongan yang kita pegang juga diberi reiki.

Yang tidak boleh dilupakan adalah sikap pasrah ketika selesai meriki itu sambil tak lupa berdoa syukur bila materialisasi ini terwujud. Nah materialisasi  reiki ini kembali terulang  tanggal 6 Desember 2008 di lokasi berbeda namun tujuan materialisasi sama. Dengan izin Tuhan YME saya memenangkan door prize Seminar Waspada Kanker di Hotel Park Century Senayan dengan hadiah menginap di Hotel itu.

Kalau saya sering bercerita masalah Reiki tentu Anda akan mengatakan non sense/tidak masuk akal/mustahil. Itu Hak Anda berkata demikian. Kalau saya telah mendapatkan kebugaran kesehatan dari Tuhan YME melalui pembelajaran Reiki dan aplikasi Reiki juga terbukti mewujudkan keinginan, kenapa Anda masih terus penasaran? Saya sarankan cobalah Anda membuka hati nurani dengan belajar Reiki.

Kalau saya bisa tentunya peluang Anda juga sama, harus bisa! Itu saja. “Mudah kok menjalani hidup ini,” itu kata sahabat saya di komunitas Reiki. Nah bagaimana dengan Anda?