Januari 2012 sudah 10 tahun saya mempraktekkan gaya hidup sehat ala reiki. Pertama kali mendapat attunement Reiki tradisi G’Tummo level 1 tepat tanggal 9 Januari 2002 di Jakarta. Mulanya saya ragu apa benar Reiki bisa seketika menyembuhkan penyakit? Tapi keraguan saya sirna begitu menjadi Praktisi Reiki dan selalu mempraktekkan Reiki dalam kehidupan sehari-hari. Puji syukur kepada Tuhan YME bahwa atas perkenannya saya bisa memanage tubuh saya agar tetap bugar, sehat bahkan mempraktekkan Reiki untuk kebaikan sesama yang menderita gangguan kesehatan.

Memang dalam penyembuhan gaya Reiki pasien bisa seketika mendapatkan kesembuhan tapi ada kalanya melalui proses panjang untuk meraih kesembuhan atas penyakitnya. Kalau berobat ke dokter saja memerlukan kesabaran tentunya gaya penyembuhan ala Reiki juga dituntut kesabaran dari pasien yang diterapi, sebab harus kita ingat semua bahwa kesembuhan mutlak milik Tuhan dan kepada-Nya saja kita memohon.

Sebagai Praktisi Reiki ataupun pasien yang menderita penyakit, sebelum sesi penyaluran Reiki selalu dituntut kepasrahan total dalam sikap hidup kita sehari-hari bahkan harus selalu sama-sama bermohon kepada Tuhan YME agar berkenan memberikan kesembuhan kepada pasien yang tengah diterapi. Dengan cara itu kita sebagai manusia hidup yang sarat dengan permasalahan hidup bisa menghadapi setiap masalah dengan sikap pasrah total, sabar dan selalu baik sangka kepada Tuhan.

Tentunya sobat ngeblogku pada bertanya,” Wah saudara sehat dengan reiki tak kena sakit dan selalu sehat setiap saat? Bukan begitu sobatku.” Peluang sakit tetap ada jika kita malas melakukan self healing. Setelah menjadi Praktisi Reiki memang dianjurkan dengan kesadaran sendiri untuk rajin melakukan penyaluran energi Reiki untuk diri sendiri minimal 55 menit setiap sesi keseluruh bagian tubuh kita.

“Jangan malas berolahraga dan lakukanlah pola hidup sehat dengan menjauhi makanan berlemak, penuh santan, asap rokok bahkan merokok.” saran Dr. Maryono ahli penyakit jantung dari Rumah Sakit Pertamina dalam talk show gaya hidup sehat ala Radio Sonora Jakarta. Bahkan dengan selalu berolahraga maka diharapkan aktivitas sehat ini akan membakar lemak tubuh yang berlebihan dan dibuang dalam bentuk keringat sehingga tubuh tidak menjadi gemuk.

Tidak cukup disitu saja. Sebagai Praktisi Reiki dengan sering melakukan healing kepada orang lain baik jarak dekat (tatap muka) atau jarak jauh akan semakin bersih jalur energi dalam tubuh sehingga kesehatan akan didapat dengan mudahnya. Kuncinya jangan malas melakukan self healing, patuhi nasehat dokter dan tetap positive thinking. “Praktisi Reiki bukan orang sakti, bila malas melakukan praktek Reiki bisa juga kena penyakit lagi,” timpal sahabat karibku dalam komunitas Reiki Jakarta.

Nah itulah gaya hidup sehat dengan Reiki yang saya praktekkan sekarang ini. Pagi hari sebelum ngantor (kecuali aku ngantor pagi) aku biasakan diri sehabis sholat Subuh masih di ruang ibadah melakukan olah jiwa meditasi 20 menit untuk perenungan diri kepada Tuhan atas anugerahnya kepada saya dan keluarga khususnya kesehatan tubuh. Dalam meditasi ini sebut saja nama “Tuhan” dalam setiap hembusan nafas yang kita hirup dan buang dan ketika sudah masuk alam bawah sadar (gelombang otak delta) segera afirmasi,…saya sehat, organ tubuhku semua sehat…keluargaku…teman-temanku…tetanggaku…semua sehat…sehat, Amin.

Lakukan self talk ke dalam alam bawah sadar ini berulang-ulang sambil memperhatikan keluar masuknya nafas melalui hidung. Dengan mata terpejam biarkan tubuh, pikiran, spirit kita bekerja bersama-sama untuk menyatu dengan getaran energi alam semesta yang masuk ke tubuh melalui Chakra Mahkota kita. Terus rasakan getaran ini yang semakin lama semakin halus hingga tak berasa sama sekali. Selesai meditasi ini ucapkan syukur sekali lagi kepada Tuhan atas berkatnya untuk hari ini serta hari kemaren saja.

Selesai olah jiwa ini sambil mendengarkan Spirit of Life (ceramah agama) saya melakukan self healing dengan Reiki. Tepat ketika matahari mulai muncul ayunkan langkah untuk olah raga jalan kaki sejauh 4-5 km selama 1 jam saja. Dengan melewati jalan setapak yang ditumbuhi pohon rindang sambil berjalan kaki kita hirup energi pohon-pohon yang tegak di kanan kiri jalan. Menghirup energi pohon yang daunnya hijau rindang merupakan cara menyerap unsur alam semesta untuk kesehatan. Bukankah hijau daun baik juga untuk kesehatan mata?

Setelah itu lakukan kegiatan kantor atau ngeblog (kalau ada ide posting). Sore hari menjelang Maghrib melakukan progam penyaluran Reiki jarak jauh kepada kerabat, kenalan yang memerlukan pertolongan termasuk kepada semua pasien di rumah sakit-rumah sakit yang tidak saya kenal. Energi Reiki saya progam agar bekerja ketika semua pasien yang ada dalam daftar penyaluran energi mendapatkan Reiki waktu mulai berbaring tidur.

Nah malam hari tepat pukul 22 s/d 22.30 wib bersama komunitas Reiki tempat aku bergabung menjadi praktisi Reiki mulai kembali menyalurkan Reiki untuk kebaikan sesama. Cukup 30 menit saja kegiatan ini. Melalui pertemanan komunitas Reiki inilah kesempatan untuk mempraktekkan Reiki lebih intensif lagi dengan satu tujuan membantu sesama tanpa diminta atau diminta agar menjadi terus sehat dengan reiki.

Saya berharap sekaligus berdoa kepada Tuhan YME agar teman ngeblogku yang sudah sudi berkunjung di blog ini di tahun 2012 selalu dalam keadaan sehat, bisa memacu diri sendiri untuk dapat hidup sehat syukur mau hidup sehat dengan reiki. Anda tertarik belajar Reiki? Banyak perguruan Reiki saat ini ada di Indonesia. Dari yang berbayar hingga gratis.

Untuk mengenal lebih jauh diskusi reiki Anda dapat mengunjungi komunitas facebook reiki.  Saya sudah mendapatkan kebugaran sehat dengan reiki kini Anda semuanya tentu lebih bisa lagi….lebih bisa lagi. Ayo apa lagi yang dicari dalam hidup ini selain berkah sehat dari Yang Maha Kuasa.

Iklan