Biro jodoh Shanghai kuwalahan melayani klien-nya yang bermasalah untuk mendapatkan pasangan hidup. Pasalnya jumlah pria yang dikategorikan abod jodoh lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan stok wanita lajang yang juga memerlukan pria sebagai pendamping hidup. Ketimpangan antara penawaran dan permintaan terhadap stok wanita lajang yang bisa dijadikan isteri, membuat pria lajang Shanghai untuk sementara waktu harus bersabar.

Pria Shanghai harus rela menunggu antrian panjang untuk mendapatkan jodoh wanita idaman lajang, setelah berusaha mencari pasangan hidup lewat jasa biro jodoh. Memang saat ini sangat sulit mencari pasangan di Shanghai. Penyebab sulitnya mendapatkan stok wanita lajang Shanghai yang mau diajak menikah disebabkan karena persentase wanita lajang yang sudah berumur   semakin meningkat tetapi ogah diajak menikah.

Sementara itu persentase bujang lapuk malah menurun. Tapi teori  tidak sama dengan praktek di lapangan.  Kenyataannya ribuan pria lajang Shanghai toh sulit mendapatkan jodoh karena perempuan Shanghai kini makin selektif dalam mencari pasangan hidup. Untuk menjembatani keinginan pria lajang mendapatkan jodoh, Presiden Asosiasi Biro jodoh Shanghai, Zhou Juemin menyelenggarakan acara mencari jodoh. Pesertanya ribuan pria lajang Shanghai turut serta dalam pesta mencari jodoh.

Ilustrasi sepasang cincin kawin sebagai tanda resmi hubungan pasutri. Di Shanghai banyak pria sulit mendapakan jodoh.

Dalam acara tersebut terjual 6000 tiket untuk perempuan dan 4000 tiket untuk pria. ” Sekarang ini perempuan Shanghai lebih dapat menghidupi dirinya sendiri dan lebih independen. Wanita Shanghai yang sibuk lebih mementingkan karier ketimbang pernikahan, ” ujar Zhou Juemin kepada Reuters. Acara mencari jodoh ini tidak saja diperuntukkan para jomblo saja. Ada 300 orangtua yang anaknya belum menikah diberikan tempat khusus di acara ini.