Kalau digambarkan dalam postingan sebelumnya bahwa Tarsius saja suka  tersenyum, kenapa kita sebagai manusia yang dibekali akal dan budi tidak juga mau tersenyum kepada sesama?  Boleh jadi di saat kita sedang gundah gulana dan dalam suasana kalut pikiran, dengan memberikan senyum iklas akan memberikan kelapangan hati. Kalau hati lapang dengan sendirinya kita juga nyaman saat berdekatan dengan orang lain.  Karena itulah, orang bijak mengatakan hati manusia akan tertutup rapat bila dia sedang marah-marah atau sedang dipenuhi oleh emosi negative.

Orang dapat tersenyum artinya dia itu sehat. Karena suasana hatinya sedang gembira yang ditandai dengan senyumannya yang ikhlas, maka dengan sendirinya orang lain yang melihatnya akan senang. Coba kalau kita sedang menampakkan ulat peteng dan diam terus, orang lain akan segan mendekat. Jangankan mendekat, berbicaran pun tidak mau. Karena mereka tahu penampakan kita yang dijejali raut muka tidak sedap, menandakan kita sedang banyak masalah.

Sebaliknya dengan raut muka gembira, banyak senyum lepas akan membuat orang lain yang melihatnya menjadi simpati. Karena dengan banyak senyum, otak yang selalu menggiring kepada pikiran negative akan dikesampingkan. Akibatnya kondisi santai atau rileks akan dapat dicapai dengan gampang. Jika kita selalu mengkondisikan santai dalam suasana apa pun, dengan sendirinya jalan menuju hidup sehat akan terpenuhi.

Hidup sehat dengan senyum tentu menjadi sarana orang untuk mudah bersosialisasi dengan lingkungannya. Senyum menjadi pintu gerbang menuju sehat sekaligus menjadi obat mujarab bagi banyak masalah kesehatan. Dengan banyak tersenyum, pakar penyembuhan alternatif Reiki menyatakan, dominasi otak sebagai panglima kesadaran fisik akan dikurangi. Karena itulah saat seseorang melakukan penyembuhan dengan teknik Reiki, seyoganya kondisi senyum di awal sampai akhir penyembuhan harus tetap dipertahankan.

Berikan senyum manis saat akan menyantap makanan. Energi dalam ujud senyum manis akan menjadikan makanan dan minuman yang akan disantap tetap segar.

Banyak senyum dan tertawa akan membuat pikiran tenang. Dengan tersenyum pula maka stress akan hilang. Menurut penelitian hampir 90 persen penyakit terjadi karena dampak adanya strees yang menghinggapi manusia.  Kondisi ini terjadi karena orang ini tidak dapat tersenyum dengan lepas dan ikhlas. Mereka memendam masalahnya sendiri dengan menampakkan wajah cemberut yang boleh jadi akan meledakkan rasa amarah.

Orang stress tanpa disadari oleh dirinya banyak menarik ke dalam dirinya emosi negatife yang ditandai seperti rasa frustasi, tidak berdaya, serba salah, marah bahkan benci terhadap sesuatu termasuk benci pada dirinya sendiri. Justru dengan berperilaku demikian akan berdampak kurang baik bagi kesehatannya. Emosi negative yang dipelihara akan menghasilkan energi negatife.

Tanpa disadari energi negatife akan menekan ke semua arah dalam tubuhnya, sehingga dapat merusak organ-organ vital tubuh seperti otak, lambung, jantung, hati ( liver ), ginjal, paru-paru dan kelenjar dalam tubuh. Jika tekanan sudah semakin berat, akan mengakibatkan energi negatife tidak dapat keluar dari tubuh. Dengan sendirinya energi negatife itu akan menumpuk dalam bentuk kotoran energi negatife. Akibatnya kondisi tubuhnya menurun karena imunitas tubuh sudah tidak berfungsi sama sekali dalam menghalau serangan energi negatife khususnya penyakit.

Tidak demikian halnya dengan orang yang mampu memanage stress menjadi sahabat yang menyenangkan. Dia dapat menghalau stress hanya dengan menyunggingkan senyum sekali pun cukup singkat waktunya. Dengan santai dia menjalani hidup apa adanya. Tidak ngoyo dalam berusaha dan tetap semangat penuh optimisme bahwa hidup ini bagaikan roda berputar. Ada kalanya seseorang dapat tergencet ada pada posisi paling bawah seperti lapisan roda saat sedang menyentuh tanah. Di lain kesempatan seseorang melambung ke posisi paling atas seperti burung yang sedang terbang tinggi di angkasa.

Selain menebarkan senyum persahabatan, orang yang banyak tersenyum dengan lepas tanpa beban, akan dapat melepaskan tumpukan energi negatife dalam rongga kepala sehingga pikiran menjadi jernih. Jika pikiran jernih dengan sendirinya tubuh pun menjadi lebih sehat dan energik. Getaran energi yang keluar memancar dari tubuh semakin lebih halus karena seringnya orang tersenyum dengan ikhlas dan nyaman.

Karena senyum dapat meningkatkan getaran energi semakin halus, ada baiknya kita hening sejenak dalam senyum. Anda dapat melakukannya di malam hari menjelang tidur. Di pagi hari saat mata mulai terjaga, tersenyumlah pada diri sendiri dalam bentuk ucapan syukur bahwa Tuhan masih berkenan memberikan umur sehingga bangun tidur dalam kondisi nyaman dan sehat.

Selanjutnya senyumlah kepada lingkungan sekitar sambil memancarkan energi kasih sayang keluar dari chakra jantung Anda dalam bentuk persahabatan yang tulus. Anda dapat melakukannya dengan keluarga terdekat, tetangga sekitar, dalam perjalanan ke sekolah atau ke kantor dan di saat menjalin relasi sosial dalam kegiatan sehari-hari. Dengan banyak senyum seperti Tarsius yang dikabarkan semakin turun populasinya, berikan semboyan pada diri sendiri bahwa untuk hari ini saja saya akan tersenyum.

Kenapa untuk hari ini saja? Sebab esok hari adalah kepunyaan Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Kita tidak tahu apakah esok hari kita masih diizinkan oleh-NYA untuk menghirup udara bumi ini. Jika masih diizinkan menghirup udara buminya, puji syukur kita panjatkan pada – NYA, bahwa kesempatan berbuat baik menanam benih kebajikan masih terbuka, lewat ucapan dan perbuatan nyata.

Tanamkan dalam diri semboyan tiada hari tanpa senyum sekali pun senyum itu dilakukan dalam kesendirian. Hilangkan pikiran negatife dalam diri bahwa senyum sendirian itu pertanda kita kurang waras. Kita masih waras kok…karena kita tahu bahwa lebih baik kita memancarkan energi senyum daripada memancarkan energi cemberut dalam hidup ini. Karena pentingnya arti senyum…..maka saat kita akan menarik energi alam semesta sebaiknya mengkondisikan bhatin dalam diri harus juga tersenyum. Setelah bhatin tersenyum maka lahir pun akan ikut senyum. Ikutilah Tarsius yang suka tersenyum. Semoga….