Setiap praktisi reiki yang sudah lama belajar dan praktek reiki tentu diharapkan semua chakra utamanya sudah aktif semua yang ditandai semakin mengembangnya chakra,  lembaran-lembaran chakra seimbang dan rata permukaannya layaknya kelopak bunga teratai dan tentu saja inti chakra utamanya sudah semakin bersih. Dengan kondisi seperti ini akses energi reiki pun semakin cepat sehingga detik itu juga bisa masuk ke chakra mahkota lalu menyebar merata lewat jalur Shushumna, Ida dan Pinggala.

Untuk mendapatkan kondisi ini sebenarnya gampang-gampang susah tergantung kepada serius tidaknya praktisi reiki mendayagunakan energi reiki, utamanya untuk kasus penyembuhan penyakit dalam diri juga penyembuhan penyakit ke orang lain. Jika keinginan mengenal reiki hanya sebatas untuk tahu saja tanpa disertai praktek reiki secara kontinyu, tentu saja perkembangan chakra utama untuk semakin aktif dan bersih, sulit didapat dalam waktu singkat.

Saat praktek reiki dengan konsisten, semua chakra utama akan ikut dibersihkan seiring masuknya energi reiki lewat jalur Sushumna lalu menyebar ke bagian tubuh lewat usapan tangan praktisi reiki. Aktifnya semua chakra utama akan membuat sirkulasi energi semakin lancar memenuhi seluruh bagian tubuh. Jika ada bagian tubuh yang sakit dan tidak nyaman, saat itu juga reiki akan mengalir dengan deras ke bagian yang sakit. Sebaliknya jika dalam tubuh tidak ada sensasi apa-apa dari sentuhan telapak tangan, bukan berarti energi reiki tidak mengalir. Reiki tetap mengalir akan tetapi bagian tubuh yang disentuh sudah cukup menerima reiki sehingga sensasi reiki tidak terasa sama sekali.

Semakin intens kita praktek reiki terkadang kelebihan energi reiki di dalam tubuh energi semakin over dosis. Itu artinya semua chakra utama sudah aktif mengembang, pembukaan chakra utama semakin lebar sehingga akses energi reiki pun semakin cepat masuk tubuh energi. Karena itu jika Anda peka akan terasa sekali getaran energi reiki mengalir memenuhi tubuh yang ditandai sensasi panas berlebihan, kadang hangat di selang-seling sengatan hawa panas layaknya terkena aliran setrum listrik. Dalam kondisi demikian, sekali pun kita tidak meniatkan reiki mengalir, otomatis dengan kesadarannya sendiri, energi reiki akan mengalir masuk tubuh lewat chakra mahkota secara spontan.

Grounding posisi ini akan memudahkan keluarnya energi penyakit ke dalam bumi lewat chakra dasar. Karena chakra dasar menempel kulit bumi, maka energi bumi pun dengan leluasa dapat kita akses masuk lewat chakra dasar.

Akibatnya sering timbul sensasi berlebihan dalam tubuh energi.  Dampaknya tubuh phisik akan merasakan panas. Jika tidak diimbangi dengan grounding ( terhubung dengan bumi ) akan menyebabkan praktisi reiki mengalami kondisi tidak nyaman, misalnya susah tidur. Ibarat perangkat komputer yang dioperasikan terus menerus maka akan menimbulkan panas dalam CPU -nya kendati pun kipas pendingin juga berfungsi saat komputer digunakan. Jika mengetahui kondisi demikian langkah terbaik adalah mematikan komputer sementara agar reaksi panas berlebihan dalam CPU bisa dikurangi.

Lalu jika panas energi reiki berlebihan menjadikan tubuh menjadi tidak nyaman, apakah ada cara untuk mengurangi reaksi panas itu? Ada sahabat….salah satunya segera melakukan grounding ( menghubungkan diri ke bumi ) agar energi panas dalam tubuh bisa dibuang ke dalam bumi sembari membuang energi negative penyakit bersamaan lewat chakra terkait. Misalnya saat membersihkan energi negatife dalam rongga kepala, maka energi negatife akan dibuang keluar lewat chakra ajna. Pada saat bersamaan, chakra ajna juga ikut dibersihkan agar selalu terjaga dalam kondisi mekar, aktif, seimbang dan bersih inti chakranya.

Dengan grounding pula praktisi reiki dapat mengakses energi bumi yang bersifat mendinginkan agar suhu tubuh praktisi menjadi seimbang. Tidak merasakan panas berlebihan, juga tidak dingin berlebihan. Selain praktek self healing, healing ke orang lain, praktek melakukan grounding juga harus sering-sering dilakukan. Tujuannya agar dengan sering mengakses energi bumi paralel dengan mengakses energi reiki, keseimbangan unsur langit dan bumi dalam tubuh manusia terus terjaga. Unsur langit terdiri atas api dan angin sedangkan unsur bumi terdiri atas tanah dan air.

Dalam praktek  reiki memang ada tradisi reiki tertentu yang mensyaratkan praktisi reiki rajin melakukan grounding. Namun ada pula tradisi reiki yang tidak menyinggung bahkan mengharuskan praktisinya melakukan grounding. Dengan kata lain grounding tidak pernah disinggung sama sekali dalam materi pelajaran reiki dan hanya diutamakan rajin mengakses reiki semata demi menyehatkan diri sendiri dan juga orang lain. Karena itulah menurut hemat sehat dengan reiki dan kundalini dan tentu saja semua sahabat yang mempraktekkan reiki dan kundalini, tidak ada salahnya praktek grounding juga dilakukan.

Banyak metode grounding dilakukan praktisi reiki. Ada yang menggunakan pembersihan dengan cahaya warna putih terang benderang dari langit turun dari langit masuk chakra mahkota dan terus turun bagian per bagian masuk tubuh sembari membersihkan energi penyakit warna ungu.  Jika pembersihan sudah sampai ke bagian tubuh paling bawah, energi negatife dibuang masuk bumi dengan tanpa merugikan mahkluk apa pun yang hidup di dalam bumi. Saat itu juga kita salurkan hal positif dalam diri yang telah dibebaskan dari energi penyakit ke dalam bumi. Sebagai balasannya bumi ciptaan Tuhan akan memberikan berkahnya dengan mengeluarkan energi warna hijau lambang kesuburan dan kemakmuran kepada praktisinya.

Ada pula metode yang kasat mata dalam grounding sekali pun dia bukan praktisi reiki. Yaitu membersihkan diri tubuh sehari-hari, misalnya mandi mengguyur tubuh dengan air yang keluar dari pancuran atau shower di kamar mandi 2 kali sehari. Saat air turun membasahi dan membersihkan seluruh tubuh karena digosok dengan kedua telapak tangan, maka energi negatife kotoran yang melekat dalam tubuh akan disapu oleh air turun ke bawah membasahi lantai dan terbuang ke saluran air yang menempel ke tanah ( bumi ).  Selain itu pula metode grounding dengan menggoreskan kuas ke bidang lukisan,  menulis dengan tinta pada kertas dan yang sekarang ini sehat dengan kundalini reiki lakukan saat saat sedang mengetik tulisan pada papan keyboard komputer ini.

Selain metode grounding dari berbagai aliran reiki yang tekniknya satu sama lain berbeda, namun yang paling pas untuk melakukan grounding adalah dengan mengambil posisi grounding dengan posisi duduk di lantai atau kursi layaknya sedang bermeditasi. Melihat begitu pentingnya grounding dalam reiki, tidak salahnya kita sebagai manusia yang mempunyai unsur jasmani dan rohani, tidak  selalu harus mendongak ke atas langit dan sekali-kali harus pula menengok ke bawah atau ke bumi agar hidup menjadi seimbang. Menengok ke bawah inilah yang oleh praktisi reiki dipraktekkan lewat grounding atau terhubung ke dalam bumi.

Bumi dengan segala isinya jika dirawat, dipupuk dan disirami lalu disemai dengan bibit yang positif akan menghasilkan tanaman yang akan menghasilkan panen yang positif pula. Ibaratnya siapa menanam dia pula yang akan memanen. Tentu saja dalam hidup ini adalah panen berbuat kebajikan kepada sesama tanpa disekat-sekat oleh perbedaan atas golongan, ras, kebangsaan, agama dan keyakinan yang dianutnya.