Ratusan pendukung klub Fenerbahce terlibat bentrokan dengan polisi setelah pengadilan Turki memerintahkan penahanan terhadap ketua klub, Aziz Yildrim terkait kasus pengaturan skor pertandingan, Minggu ( 10/7 ). Federasi sepakbola Turki akan melakukan tindakan terhadap Fenerbahce tanpa menunggu hasil penyelidikan pengadilan.

Aziz Yildrim didakwa mengatur skor pada 19 pertandingan di divisi pertama dan kedua. Keputusan pengadilan itu memicu kemarahan para pendukung Fenerbahce yang berkumpul di luar gedung pengadilan di Besiktas. Bentrokan tak terhindarkan sesaat setelah putusan pengadilan diumumkan. Ratusan suporter yang telah berkumpul di depan gedung pengadilan Besiktas tiba-tiba menjadi anarkis. Massa yang kesal melempari polisi yang berjaga-jaga dan wartawan yang meliput.

Supporter sepak bola bentrok dengan polisi di Istanbul, Turki. Bentrokan terjadi menyusul protes para supporter atas putusan pengadilan Turki memenjarakan ketua Klub Fenerbahce, Aziz Yildirim.

Mereka melempari polisi dan wartawan dengan batu dan benda keras lainnya. Polisi terpaksa menembakan gas air mata dan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Pihak kepolisian Turki telah menahan 61 orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. 35 dari 61 tersangka itu kemudian dibebaskan karena tidak terbukti terlibat kasus pengaturn skor. Sementara federasi sepakbola Turki akan menjatuhkan sejumlah sanksi terhadap Fenerbahce di antaranya pencabutan gelar juara liga, larangan untuk mengikuti kompetisi internasional dan penurunan ke divisi yang lebih rendah. Kasus pengaturan skor pertandingan ini merusak citra persepakbolaan Turki di mata internasional.

Sumber : Reuters/Turkey in Soccer Violence.