Siapa bilang merawat kesehatan itu susah. Sangat gampang kok kalau kita tahu caranya. Pertama dari pengalaman hidup orang lain yang selalu sehat jarang sakit, kita ambil pelajaran ini darinya. Kedua dengan membaca buku penyuluhan kesehatan yang ditulis oleh praktisi kesehatan utamanya dokter dan yang ketiga dengan mempraktekkan sendiri bagaimana meraih kebugaran dan kesehatan setiap harinya dengan tekun tanpa rasa malas. Boleh dikatakan merawat tubuh sama halnya dengan merawat kecantikan wajah, harus dilakukan dengan konsisten.

Perawatan diri sendiri bukan hanya sekadar berdandan saja agar kelihatan cantik setiap kali keluar rumah. Perawatan diri yang jauh berguna bagi penampilan tubuh agar tidak terlihat loyo, lesu dan lemah adalah merawat seutuhnya tubuh dengan cara detoksifikasi. Dengan detoksifikasi diharapkan tubuh menjadi jauh lebih sehat dan memancarkan aura positip. Mengingat saat ini lingkungan sekitar tempat tinggal dan bekerja umumnya di kota besar sudah penuh dengan polusi udara kotor mulai dari asap kendaraan bermotor, pabrik dan ruang publik yang tidak ada pepohonan rindang lagi sebagai pelindung tatkala panas sinar matahari menyengat tubuh.

Disamping paparan udara kotor kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat ( junk food ) dengan sendirinya memberikan kontribusi terhadap penumpukan toksin atau racun dalam tubuh sehingga mempengaruhi kesehatan. Dengan adanya tumpukan racun membuat penyerapan gizi tidak sempurna lagi dan metabolisme kurang effisien yang memunculkan gejala seperti sakit kepala, bau mulut, sembelit, sariawan dan kulit tampak kusam. Sebaliknya tanda tubuh yang sehat terlihat memiliki metabolisme yang bekerja secara optimal. Effeknya kita mudah buang air besar sekali atau dua kali dalam sehari.

Sarana detoksifikasi dengan makan buah segar setiap hari.

Dalam buku kesehatan biasanya dipaparkan organ tubuh yang paling bertanggung jawab dalam pembersihan tubuh dari racun (detoksifikasi) adalah hati. Jika sahabat sehat dengan reiki ingin detoksifikasi dengan cara mengonsumsi sesuatu perhatikan juga kesehatan hati. Memang saat ini melalui media iklan televisi, surat kabar bahkan internet banyak ditawarkan berbagai sarana detoksifikasi yang terbuat dari minuman. Sebagian orang justru menanggapi dengan baik produk minuman itu tetapi ada pula yang menghindari dan memilih detoksifikasi alami dengan berpantang makanan tertentu.

Detoksifikasi alami dikaitkan dengan ajaran agama sebagaimana terbaca dalam kitab suci ajaran agama, pada dasarnya sudah dilakukan oleh umat terdahulu. Umat Islam dan umat Nabi terdahulu sudah diperintahkan berpuasa karena ajaran agamanya, untuk rajin berpuasa baik puasa sunah atau wajib setahun sekali di bulan suci Ramadhan. Pada dasarnya intinya sama yaitu melalui puasa proses pembersihan dalam tubuh dari racun karena makanan dan minuman yang mengendap akan keluar dari tubuh karena organ pencernaan diistirahatkan selama 14 jam sejak subuh hingga matahari tenggelam. Jadi dengan melakukan puasa hakikatnya kita juga melakukan detoksifikasi alami. Puasa menjadikan kita manusia sehat.

Detoksifikasi dengan berpantang makanan boleh saja tetapi bukan berarti kita tidak makan jenis makanan tertentu misalnya daging. Sebuah studi yang dilakukan New York University Medical Center sebagaimana dilansir dalam Buku Gaya Hidup Awet Muda menyatakan bahwa wanita yang rajin makan daging merah lebih berpeluang menderita kanker payudara dua kali lebih besar dibandingkan yang hanya mengonsumsi daging unggas dan ikan. Boleh saja kita makan daging sapi misalnya tapi frekuensinya jangan terlalu sering.

Konsumsi daging sebaiknya disertai dengan makan sayur sayuran dan buah-buahan sebagai sumber antioksidan. Buah buahan seperti jeruk kaya akan vitamin C merupakan antioksidan yang kuat. Sayuran warna hijau juga tinggi kandungan vitamin C nya. Lalu apalagi? Membiasakan diri minum teh sehabis makan daging akan mendukung kesehatan tubuh. Di dalam teh terkandung katekin antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh kita.

Dengan mengetahui sisi buruk karena mengonsumsi daging berlebihan bukan berarti kita harus berpantang daging. Sebagai sumber protein tinggi daging tetap harus dikonsumsi asalkan tidak berlebihan. Untuk pertumbuhan tubuh dan mengganti sel-sel yang aus daging masih perlu dikonsumsi. Tapi ingat…sesuatu yang berlebihan kita konsumsi tidak baik bagi tubuh. Jadi berhentilah makan sebelum kenyang.

Iklan