Tiada berlebihan apabila kegembiraan orang yang berpuasa tatkala nanti ber buka puasa telah tiba. Begitu bedug tanda berbuka puasa terdengar dan azan maghrib dikumandangkan di mesjid berakhir pula perjalanan puasa hari ini. Segera orang yang berpuasa dianjurkan segera berbuka. Dengan apa berbuka puasa hari ini ? Sudah menjadi kebiasaan orang yang berbuka puasa lebih dulu minum air hangat manis dalam seduhan teh atau makan 3 butir korma sebagai makanan dan minuman pembatal puasa.

Tradisi buka puasa di kantor atau rumah sehat karena puasa pun sama setiap tahunnya. Di kantor saat melayani siaran pun, pada saat berbuka puasa segera minum air teh manis hangat dan segelas kolak. Di rumah sebagaimana rumah tangga masyarakat Indonesia pada umumnya, saat kesempatan berbuka puasa telah tiba tentu menyeruput teh hangat manis lebih dulu dan menjadi wajib hukumnya.

Oleh karena itu tidak berlebihan kalau minuman ini diganjar predikat sebagai salah satu minuman yang populer mudah membuatnya tersedia dalam kemasan dan siap saji. Di setiap kesempatan baik pagi dinihari, siang, sore bahkan malam hari di setiap rumah, restoran mewah hingga warung makan sederhana ala warteg, warsolo, warjogja, warsemarang dan warsunda tentu minuman teh ( camellia sinensis ) selalu ada dalam daftar menu minuman yang dijual.

Di luar bulan puasa pun minuman teh selalu hadir setiap harinya. Yang menjadi keistimewaan dari minum teh adalah cara penyajiannya. Teh bisa disajikan panas atau dingin dengan atau tanpa gula hingga dipadukan dengan berbagai macam hal seperti susu, jeruk lemon dan lain sebagainya. Karena begitu simpelnya menghidangkan minuman teh inilah yang kemudian membuat minuman ini semakin digemari oleh semua golongan usia dan ekomomi.

Tentunya sahabat sehat dengan reiki pernah mendengar bagaimana tradisi minum teh sudah akrab bagi masyarakat Jepang dan Cina. Memang ada banyak cerita yang bertutur tentang asal muasal minimun teh ini. Salah satunya saat ribuan tahun silam seorang Kaisar China yang terkenal kepintarannya dalam ilmu pengetahuan dan pengobatan China sedang melakukan perjalanan. Ia yakin bahwa cara paling aman minum air adalah memasaknya lebih dulu. Ketika sedang asyik memasak air ia menemukan daun yang jatuh ke dalam air yang sedang dimasak.

Tidak dijelaskan asal muasal daun yang jatuh ke dalam air panas tadi. Satu hal daun yang jatuh ke dalam air panas ini menimbulkan aroma lain yang sungguh berbeda dari biasanya. Selidik punya selidik barangkali daun yang jatuh tadi menjadi cikal bakal daun teh yang dikenal sampai sekarang yang akhirnya dibudidayakan di areal luas perkebunan teh. Dari cerita inilah kenikmatan minum teh mulai menyebar.

Pertama di sekitar China, Asia, India dan Timur Tengah sebelum akhirnya merambah benua Eropa. Sampai sekarang teh merupakan minuman yang banyak diminum di seluruh penduduk dunia. Bahkan beberapa budaya, teh juga memiliki simbol-simbol kemewahan, menghargai orang lain dalam perjamuan, saat bertamu, intelektual dan social high class. Di negeri asalnya terdapat empat jenis teh yang biasa dikonsumsi yaitu teh hitam, hijau, oolong dan teh putih. Perbedaan jenis teh ini terletak pada metode pemrosesan dauh teh setelah dipetik dari perkebunan teh.

Bila sahabat pernah berkendara lewat Puncak Pass tentu melihat di kanan kiri jalan yang dilalui terhampar hijaunya daun teh. Teh ini lalu dipetik dan dibawa ke pabrik untuk diolah. Dalam kesempatan liputan dokumentasi Kawah Ijen sekian tahun lalu sehat bersama reiki melintas daerah perkebunan teh dan kopi di daerah Sempol Bondowoso. Lalu kunjungan liputan lanjutan ke perkebunan teh di Cianjur dan Goal Para di Sukabumi Jawa Barat. Lalu apa istimewanya teh yang diolah di pabrik ini?

Pabrik teh Goal Para Sukabumi memproduksi teh untuk pasar dalam negeri dan sebagian diekspor ke pasar dunia. Rasa teh produksi kedua perkebunan ini sama manisnya bila dicampur dengan 1 sendok gula pasir dan dihidangkan hangat-hangat ditemani jagung rebus dalam dinginnya udara perkebunan yang berkabut di malam hari. Teh hitam yang biasa kita konsumsi pada awalnya melewati proses fermentasi yang berlangsung penuh sehingga daun teh berubah menjadi hitam dan memberi rasa khas. Sedangkan teh hijau dengan kandungan tanic acid berfungsi sebagai antiinflammatory untuk membantu mengatasi sakit panas.

Selanjutnya teh oolong yang melalui setengah bagian dari proses fermentasi. Teh ini bisa mengalami berbagai variasi proses oksidasi tergantung dari tipe oolongnya. Sementara jenis teh putih hanya menggunakan daun teh yang masih sangat muda dipenuhi bulu putih pendek atau bulu halus. Tentu saja kenikmatan minum teh hangat sebagai minum pembatal puasa pada prolog naskah ini adalah mendapatkan kesegaran setelah 1 hari berpuasa.

Rasa dan aroma teh memang telah berhasil membius lidah banyak orang. Lebih dari itu minuman ini juga dinilai oleh banyak orang mampu memberi manfaat seperti mengusir rasa kantuk dan lelah. Ngantuk karena jadwal tidur yang berubah saat berpuasa dan lelah setelah seharian beraktivitas di bulan puasa. Saat ini teh tersedia dalam bentuk kemasan dan rasanya pun semakin beragam. Mulai yang langsung dicampur bersama air panas, diseduh sebelum dinikmati, dicelup hingga teh kemasan yang langsung diminum.

Bagi Anda penikmat teh yang super sibuk dengan pekerjaan atau dalam perjalanan sementara dahaga sudah tidak tertahankan….eit tunggu waktu berbuka puasa dulu ya?…dan ingin segera mencicipi teh dingin , maka teh dalam kemasan dapat langsung diminum dan begitu simpel cara penyajiannya. Teh ini sudah tersedia dalam kemasan kotak.

Sebentar lagi bedug berbuka puasa tiba. Tak ada salahnya sehat dengan reiki mengajak Anda terlebih dulu untuk mempersiapkan diri dengan membuat minum teh panas hangat ( terserah merknya ) dicampur 1 sendok makan gula pasir sebagai minuman pembatal puasa. Mari kita sama-sama minum teh panas hangat terlebih dulu ya saat waktu membatalkan puasa tiba ? Saya doakan semoga puasa Anda hari ini mendapat ganjaran dari Allah SWT.