Perusahaan media News Corp pimpinan Rupert Murdoch berupaya keras mencegah keterpurukan akibat skandal penyadapan pembicaraan telephon untuk mendapatkan berita eksklusif tabloid Inggris News Of The World. Berbagai kalangan mulai mempertimbangkan kepemimpinan Rupert Murdoch di masa mendatang demi rehabilitasi nama News Corp menyusul skandal yang mengguncang media global Inggris itu.

Pemimpin perusahaan News Corporation, Rupert Murdoch dan putranya James Murdock telah menyampaikan permintaan maaf atas kesalahannya selama ini. Kendati dalam panel diskusi Murdoch mengaku tidak mengetahui praktek penyadapan itu. Namun kalangan pengamat memandang skandal penyadapan pembicaraan telephon akan berdampak panjang bagi tabloid milik Murdock. John Kimberly, Profesor dari Universitas Pennsylvania, Amerika menilai reputasi Murdoch rusak.

Demikian juga sejumlah perusahaan medianya dan sangat sulit melakukan rehabilitasi nama kecuali mempertimbangkan pergantian kepemimpinan. Pengungkapan praktek penyadapan pembicaraan telepon bekerjasama dengan aparat kepolisian yang dilakukan tabloid News Of The World telah menimbulkan pertanyaan berbagai kalangan, termasuk Perdana Menteri Inggris, David Cameron. Harian The Guardian melaporkan ke kepolisian tahun 2002, bahwa tabloid ini telah melakukan penyadapan telephon kalangan orang tertentu, namun juga pesan suara di telephon selular seorang siswa sekolah korban penculikan yang ditemukan tewas.

Kedatangan Rupert Murdoch menjadi sorotan media ke gedung Parlmen Inggris di London. Keduanya dihadapkan pada Komite Media dan menjalani pertanyaan dari para anggota parlemen. Foto by Getty Images.

 

Kendati Murdoch telah meminta maaf saat sidang Parlemen Inggris beberapa waktu lalu, masih banyak kalangan yang kecewa dengan sikap membela diri Murdoch yang tidak tahu masalah ini. Karena itu seorang pengunjung sidang terpaksa menyerang Murdoch dengan menumpahkan krem pencukur ke wajah Murdoch tetapi berhasil ditangkis istri Murdoch yang duduk di belakangnya.

Sumber : Reuters/Rupert Murdoch.