Daerah otonomi Tibet di China selatan memiliki lahan basah yang terbesar di negeri itu. Di tengah lahan basah yang membentang luas di dataran tinggi Tibet, terdapat daerah wisata Danau Serling Tso. Danau Serling Tso yang terletak di ketinggian 4.550 meter di atas permukaan laut memiliki pemandangan yang sangat indah. Oleh karena itu pantaslah Tibet disebut sebagai negeri atap dunia, tempat asal muasal teknik penyembuhan spiritual Reiki berasal.

Air danau tampak bening namun memiliki rasa sedikit asin sepert air laut. Menurut penduduk setempat, permukaan air danau setiap tahun naik sekitar 1 meter. Danau Serling Tso dan lebih dari 20 danau satelit lainnya membentuk sebuah zona perlindungan lahan basah yang menyediakan habitat dan tempat berkembang biak bagi berbagai jenis unggas.

Para pakar dari departeman kehutanan setempat menyatakan, Tibet memiliki lebih dari 1.500 danau yang mencakup areal seluas 2,5 juta hektar atau sekitar 30 persen dari seluruh areal danau di China. Di wilayah selatan Tibet terdapat lahan basah yang ditumbuhi pohon cemara, rawa-rawa dan sungai. Lahan basah ini dihuni berbagai jenis flora dan fauna. Berbagai jenis satwa seperti kijang, angsa dan rusa berkembang biak dengan baik di daerah ini.

Terletak di dataran setinggi lebih dari 4000 meter diatas permukaan laut, Danau Serling Tso adalah tempat tenang dengan tumbuhan dan hewan yang melimpah. Air birunya terasa sedikit asin, seperti air laut.

 

Liu Wulin, Institut Survey & Perencanaan Hutan Tibet menyatakan, “Lahan basah di Tibet sangat penting tidak hanya di Tibet, tetapi juga di seluruh negeri. Ini tak hanya menyediakan tempat bagi kijang Tibet, tetapi juga tempat pembiakan bagi spesies penting, seperti burung bangau leher hitam, angsa, dan bebek.” Dua survei dilakukan untuk memastikan luas lahan basah di Tibet. Survei pertama tahun 1996 hingga 2000, menunjukkan 15 juta hektar dengan 17 varietas, yang terdiri dari empat jenis lahan basah, termasuk danau, rawa, sungai, dan lahan basah buatan.

Sumber : Reuters/ China – Tibet Wetlands.