Pemerintah Yaman mengecam rencana pihak oposisi untuk membentuk dewan peralihan nasional di tengah aksi unjuk rasa anti pemerintah yang masih terus berlangsung di sejumlah kota di Yaman. Wakil menteri informasi Yaman Abduh Al Janadi, dalam konferensi pers di Sanaa menyatakan pemerintah tidak menyetujui rencana pihak oposisi untuk membentuk dewan peralihan nasional.

Pembentukan dewan peralihan nasional akan memicu konflik luas di Yaman. Justru Abduh Al Janadi menuduh pihak oposisi ingin mendirikan negara di dalam negara. Pejabat-pejabat Yaman sebelumnya mengisyaratkan Presiden Ali Abdullah Saleh mendukung rencana transisi di negara Arab Teluk. Namun rencana tersebut gagal karena Ali Abdullah Saleh tidak bersedia menandatanganinya.

Televisi al-Arabiya mengukuhkan kepergian Saleh ke Saudi, tetapi wakil Menteri Penerangan Yaman mengatakan Presiden Saleh masih berada di Yaman. Foto:AP.

Kevakuman kepemimpinan di Yaman menimbulkan kekhawatiran negara-negara tetangga dan Amerika Serikat. Negara-negara Arab khawatir konflik politik di negeri itu semakin meluas dan tidak terkendali. Di tengah aksi unjuk rasa anti pemerintah yang masih berlangsung di sejumlah kota, para pengunjuk rasa tetap pada tuntutannya yaitu presiden Ali Abdullah Saleh mundur dari jabatannya. Pengunjuk rasa yang bergabung dengan pendukung oposisi tetap menginginkan perubahan segera di Yaman.

Sumber : AP/Yemen in Protest.