Para ilmuwan China berhasil melakukan penelitian migrasi Antelop Tibet dengan menggunakan sistem satelit. Ilmuwan mendapatkan data migrasi musiman antelop hanya terjadi pada jenis betina, sementara migrasi besar antelop berlangsung setiap tahun. Penelitian dilakukan sekelompok ilmuwan dari Institut Zoologi Di Xian Propinsi Shaanxi China, Minggu ( 03/07 ).

Para ilmuwan melacak dan merekam migrasi musiman antelop Tibet selama tujuh tahun terakhir. Wu Xiaoming beserta peneliti lainnya memulai penelitian di wilayah Hoh Xil di propinsi Qinghai saat pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Qinghai – Tibet masih dalam tahap awal pada tahun 2004. Mereka terus mencermati kondisi hidup satwa liar termasuk antelop Tibet.

Antelope Tibet sedang mencari makan di pinggir sungai Qingshui dekat jalur rel kereta api Qingshui - Tibet.

Seekor antelope Tibet sedang minum air sungai Qingshui di dekat lintasan rel kereta api Qingshui - Tibet.

Jalur rel kereta api QInghai - Tibet mulai dioperasikan melewati wilayah Tibet yang bergunung-gunung.

Sementara sistem pelacakan satelit telah diterapkan dalam survei mereka sejak tahun 2007. Satelit tersebut terhubung dengan sensor yang dipasang pada antelop. Pemantauan dengan satelit biasanya hanya digunakan untuk meneliti migrasi burung. Dengan sistem ini peneliti dapat mengumpulkan informasi koordinat lokasi pergerakan antelop, sehingga bisa menyimpulkan rute dan jarak migrasi hewan tersebut.

Peneliti sudah mendapatkan beberapa kesimpulan di antaranya migrasi musiman hanya melibatkan antilop betina. Dalam skala besar migrasi antelop terjadi setiap tahun. Sekalipun habitat antelop tidak jauh dari rel kereta api, namun mereka tidak terpengaruh kereta api yang melintas setiap hari.

Sumber : Reuters/China and Tibetan Antelope Research.