Seorang wartawan Meksiko, Miguel Angel Lopez Velasco beserta istri dan putranya yang berusia 21 tahun tewas ditembak di kota Veracruz, Meksiko Senin ( 20/06 ). Mereka ditembak dengan senjata api kaliber 9 mm. Demikian jaksa Jorge Yunis dari negara bagian Veracruz mengatakan kepada AP.

Sang wartawan bernama Miguel Angel Lopez Velasco dan keluarganya ditembak menggunakan pistol kaliber 9 mm

Lopez Velasco ( 55 ) menulis tentang politik dan kriminal. Dia menjabat redaktur pelaksana harian Notiver. Sedangkan putranya, Misael Lopez bekerja sebagai fotografer di harian itu. Yunis mengatakan bahwa penyidik belum menetapkan motif di balik pembunuhan tersebut dan belum ada tersangka yang ditahan.

Pada bulan Juni ini juga, polisi di Negara Bagiaan Veracruz menemukan jenazah wartawan lain, Noel Lopez  di sebuah makam tak bernama. Dia hilang sejak bulan Maret lalu. Noel Lopez tewas karena pukulan di kepala. Para tentara menemukan jenazahnya dan seorang pria telah ditangkap mengaku sebagai pelaku pembunuhan wartawan itu.

Noel Lopez bekerja untuk dua mingguan, Horizonte dan Niticias Acayucan dan juga untuk harian La Verdad. Kantor Kementerian Dalam Negeri Meksiko mengatakan, pihak kejaksaan federal akan membantu kejaksaan negara bagian dalam kasus pembunuhan wartawan itu.

Kelompok-kelompok kebebasan pers mengatakan, Meksiko merupakan negara paling berbahaya di Benua Amerika bagi wartawan. ” Pemerintah Meksiko harus mengakhiri gelombang aksi kekerasan yang tiada akhir dan mengikis sistem demokratis, ” kata Carlos Lauria, koordinator program senior bagi Komite Perlindungan Wartawan Benua Amerika.

Komisi Nasional Hak Azazi Manusia Meksiko mengatakan sebanyak 70 wartawan tewas terbunuh sejak tahun 2000. Selain itu 13 wartawan hilang pada periode yang sama. Meksiko adalah negara yang sedang berperang melawan mafia narkoba. Namun keterlibatan aparat kepolisian dengan mafia menyulitkan perang yang didukung Amerika Serikat itu. Bahkan perwira polisi Meksiko juga mendapat ancaman dari kelompok kartel narkoba.

Selain wartawan, lebih dari 20.000 orang tewas sejak tahun 2006, awal perang intensif menghadapi mafia narkoba. Presiden Felipe Calderon belum memilih cara jitu mengatasi perang yang sangat melelahkan bagi warga Meksiko itu.

Sumber : AP/DI.