Angin kencang disertai hujan lebat akibat Topan Meari yang tengah melanda Korea Selatan menyebabkan dua orang tewas, aliran listrik terputus dan penerbangan domestik terganggu. Kantor Berita Yonhap, Minggu ( 26/06 ) memberitakan, seorang petugas penyelamat tewas saat menjalankan tugas.

Korban lainnya adalah seorang pelajar yang tersapu banjir di wilayah tenggara. Aliran listrik yang melayani ratusan rumah di Pulau Jeju, resor wisata di selatan Korsel, terputus serta penerbangan domestik dari dan menuju pulau itu terpaksa ditunda. Topan Meari bergerak ke utara dan diperkirakan mencapai daratan Korea Utara hari Minggu malam.

Sementara Korea Utara menghadapi ancaman topan Meari yang bergerak dari  Korea Selatan yang meninggalkan dampak kerusakan wilayah yang dilaluinya, nun jauh di belahan benua Eropa tepatnya di Hamburg, pemerintah kota Hamburg siaga menghadapi pesta mabuk massal di jaringan kereta bawah tanah. Rencananya pesta mabuk massal  yang diorganisir lewat jejaring sosial Facebook 30 September, akan berlangsung sehari  sebelum larangan minum alkohol di dalam kereta diberlakukan.

Pemerintah khawatir acara itu berubah rusuh seperti pesta serupa di London, Inggris, 31 Mei lalu. Menurut harian Bild, lebih dari 19.000 orang akan berpartisipasi meski pun tautan ke ajang di Facebook itu menghilang sejak Kamis lalu. Pemerintah Hamburg punya pengalaman buruk dengan beberapa pesta yang direncanakan di Facebook.

Situs jejaring sosial facebook dimanfaatkan sebagai undangan pesta ultah bagi penggunanya. Image tempointeraktif.com

Pengalaman buruk itu antara lain pesta ulang tahun gadis 16 tahun yang jadi heboh karena 1.600 orang berminat hadir gara-gara sang gadis lupa menandai undangan itu sebagai pesta pribadi. Thessa demikian gadis belia itu biasa disapa teman-teman facebook nya,  sampai-sampai menghubungi polisi lantaran 15.000 orang menerima undangannya dan mengkonfirmasi kehadiran pada pestanya pada Jumat pekan lalu. Pada akhirnya yang datang sebanyak 1.600 orang.

Polisi mengerahkan 100 petugas untuk menjaga kerumunan orang di depan rumah Thessa di kawasan Bramfeld, Jerman. Pesta berlangsung mulai pukul 19.00 sampai 02.00 keesokan harinya. Itu adalah pesta yang besar, namun tenang,” kata Mirko Streiber, juru bicara kepolisian setempat. Meski begitu, polisi terpaksa menangkap 11 orang lantaran melakukan keributan, pengrusakan dan kekerasan.

Lain kali, tandailah undangan di Facebook dengan “Private” kalau tak mau senasib dengan Thessa dari Hamburg, Jerman. Gadis 16 tahun ini harus menghadapi tamu pesta ulang tahun sebanyak 1.600 orang gara-gara undangannya di Facebook.  “Ada beberapa pesta ulang tahun besar yang pernah diselenggarakan di Hamburg, tapi inilah pesta tak terorganisir terbesar yang pernah ada,” kata Streiber.

Sumber : AP/AFP/Tempo Interaktif.